Karena Ada Covid-19, Muhadjir Minta Pasien Gagal Ginjal Tak Diabaikan

Kesehatan  KAMIS, 08 JULI 2021 | 03:17 WIB | Sunarya Sultan

Karena Ada Covid-19, Muhadjir Minta Pasien Gagal Ginjal Tak Diabaikan

Foto/net

MoeslimChoice | Penderita gagal ginjal tak diabaikan di tengah penanganan pasien Covid-19. Permintaan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

"Gagal ginjal ini masuk dalam 12 masalah kesehatan dasar sehingga harus mendapatkan perhatian dan jangan sampai terabaikan gara-gara Covid-19," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Rabu (7/7/2021).

Standar pelayanan kesehatan di Indonesia, kata Muhadjir, khususnya untuk penyakit katastropik seperti gagal ginjal masih harus diperbaiki. Berbagai upaya dilakukan agar ke depan pasien gagal ginjal bisa mendapatkan pelayanan terbaik.

Dia mengaku saat ini dirinya lebih fokus memerhatikan pelayanan penyakit lain di luar Covid-19 lantaran penanganan pandemi saat ini telah diambil alih langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Saat ini penanganan Covid-19 presiden yang mengambil alih langsung karena memang sudah sangat urgent. Saya bisa fokus untuk kembali menangani bidang di luar masalah kedaruratan, termasuk kesehatan dasar," ungkapnya.

Selain itu, Muhadjir juga menyinggung soal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk penderita gagal ginjal. Menurutnya, mereka berhak mendapat layanan vaksin meski dengan pemantauan dan pengawalan serius.

Ia menyebut ada pasien dengan kondisi tertentu yang tak dimungkinkan untuk melakukan vaksin. Namun, mereka tetap didata agar memperoleh vaksin guna mencegah penularan Covid-19.

"Saya minta di-list by name by adreess agar kita tahu nanti mereka akan dirujuk ke mana untuk vaksin. Sekalipun nanti ada yang tidak bisa divaksin karena alasan medis tertentu agar dapat memperketat pelaksanaan protokol kesehatan untuk memproteksi diri," tandasnya. [ary]


Komentar Pembaca