Waduh! Pemerintah Ingin Impor Oksigen Medis dari Luar

Kesehatan  SENIN, 05 JULI 2021 | 09:45 WIB

Waduh! Pemerintah Ingin Impor Oksigen Medis dari Luar

Oksigen Medis/Net

Pemerintah membuka kemungkinan impor oksigen medis selain mendorong produksi dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan di tengah lonjakan covid-19.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Jodi Mahardi mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mempercepat pengadaan obat dan alat kesehatan selama pandemi.

"Kami menyadari ketersediaan oksigen terbatas, maka dari itu pemerintah akan mencari oksigen secara maksimal baik dari industri lokal maupun impor," ucap Jodi dalam konferensi pers melalui kanalYouTube BNPB, Minggu (4/7/2021).

Ia meminta masyarakat yang tidak mengalami situasi kritis akibat covid-19 untuk tidak membeli apalagi menimbun oksigen medis. Ia mengingatkan kebutuhan oksigen medis saat ini diprioritaskan untuk pasien covid-19.

"Kita prioritaskan menyelamatkan nyawa saudara kita saat ini," kata dia.

Di sisi lain, ia juga memastikan penimbun oksigen medis dan obat covid-19 akan mendapatkan hukuman cepat atau lambat.

"Ini masa genting bukan saatnya mengambil kesempatan pribadi. Sekali lagi saya sampaikan hukuman pasti menanti. Saya ulangi lagi hukuman pasti menanti bagi mereka yang mengeksploitasi masa darurat demi kepentingan pribadi," tegasnya.

Permintaan oksigen medis memang melonjak seiring meningkatkan kasus penyebaran covid-19. Per Minggu (4/7), kasus positif bertambah 27.233 orang dan angka kematian tembus rekor sebanyak 555 kasus.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menyebut kebutuhan oksigen medis melesat dari 400 ton per hari menjadi 2.500 ton per hari. Kebanyakan pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit berada dalam kondisi bergejala berat-kritis sehingga membutuhkan oksigen untuk perawatan.

"Jadi kami minta industri gas dapat meningkatkan produksi oksigen medis dibandingkan penyediaan gas untuk industri," kata Siti secara terpisah.[tyo]


Komentar Pembaca