Panglima TNI Usul GBK Gelar Vaksinasi Covid Massal Setiap Hari

Kesehatan  MINGGU, 04 JULI 2021 | 18:45 WIB

Panglima TNI Usul GBK Gelar Vaksinasi Covid Massal Setiap Hari

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto/Net

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengusulkan vaksinasi massal di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dilakukan setiap hari. Menurut Hadi, hal ini diperlukan agar target 8,7 juta warga di DKI tervaksinasi segera dicapai.

"Kalau memang animo masyarakat melaksanakan vaksin cukup tinggi, untuk GBK bisa dikoordinasikan pengelola, termasuk dinkes dan wali kota. Kalau bisa dilaksanakan tiap hari jauh lebih bagus untuk bisa capai target 8,7 juta masyarakat DKI tervaksin," kata Hadi saat berdialog secara virtual yang disiarkan di Stadion GBK, Minggu (4/7/2021).

Lebih lanjut, Hadi menginstruksikan Kodam Jaya segera menindaklanjutinya. Harapannya agar kekebalan komunal atau herd immunity di Jakarta bisa tercapai segera.

"Sehingga Agustus sudah dapat bisa herd immunity untuk Jakarta," sebutnya.

Merespons permintaan Panglima, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sejauh ini, pihaknya masih merencanakan vaksinasi dilakukan tersebar di sejumlah wilayah.

"Siap laksanakan. Kami lagi koordinasi sama pemerintah mana lebih efektif kita tarik ke sini atau tiap wilayah ada GOR," kata Mulyo.

"GOR itu kita evaluasi mana lebih efektif kita geser ke sana atau di sini tapi evaluasi sementara lebih efektif di sini. Kami laksanakan perintah Panglima," sambung Mulyo.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan informasi di akun Instagram resmi DKI Jakarta, vaksinasi dilaksanakan selama 2 hari, yakni pada 3-4 Juli 2021. Lokasi vaksinasi adalah Gate F Stadion GBK.

"Ayo warga Jakarta, ikuti program serbuan vaksinasi massal di Jakarta. Vaksinasi ini diperuntukkan untuk warga usia 12 tahun ke atas," tulis akun @dkijakarta yang dilihat, Jumat (2/6/2021).

Pemprov meminta warga melakukan pendaftaran vaksinasi melalui aplikasi JAKI. Setelah itu, warga hanya perlu datang ke lokasi membawa persyaratan, yakni pre-screening yang dicetak, KTP asli/fotokopi kartu keluarga bagi pendaftar berusia 12-17 tahun.

"Jika tidak membawa hasil cetak pre-screening, tidak akan dilayani," ujarnya.[tyo]


Komentar Pembaca