Terpidana Sabu 420 Kg Lolos dari Hukuman Mati, Ketua DPRD DKI Akan Surati Jokowi

HUKUM  RABU, 30 JUNI 2021 | 08:45 WIB | Aldi Rinaldi

Terpidana Sabu 420 Kg Lolos dari Hukuman Mati, Ketua DPRD DKI Akan Surati Jokowi

Net

Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyesalkan putusan banding yang meringankan terpidana narkotika jenis sabu jaringan internasional seberat 420 kilogram. Ia mengaku akan menyurati Presiden Joko Widodo menanggapi persoalan ini.

"Saya akan menyurati Pak Presiden. Harus ada efek jera disini, karena ini persoalan serius untuk menghentikan peredaran dan pemberantasan sampai ke akar-akarnya," ujar Prasetio dalam keterangannya, Selasa (29/6).

Enam orang terpidana pada kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 420 kilogram yang dikemas mirip bola pada 3 Juni lalu dinyatakan lolos dari hukuman mati.

Sebelumnya diketahui terpidana telah mendapat vonis hukuman mati dari Pengadilan Negeri Cibadak pada 6 April 2021. Namun banding belasan tahun penjara yang diajukan kuasa hukum diterima majelis hakum Pengadilan Tinggi Bandung, Jawa Barat.

Dalam hal ini, Prasetio yang juga Ketua Presedium Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) mendorong agar penegak hukum tak tinggal diam dengan putusan Pengadilan Tinggi tersebut. Ia mendorong pengajuan banding kembali agar terpidana tetap mendapatkan hukuman maksimal.

"Jadi di sini saya memberi semangat kepada penegak hukum agar tidak main-main pada permasalahan Narkoba. Harus diberantas dengan hukuman mati agar jera, karena memang sudah banyak anak-anak kita generasi penerus yang menjadi korban," ungkapnya.

Dalam persoalan ini sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Cibadak memvonis 13 terdakwa dengan hukuman mati. Hanya Risma Ismayanti yang divonis lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan.

Banding yang diajukan kuasa hukum para terdakwa ke PT Bandung meloloskan enam terpidana dari hukuman mati. Illan, Basuki Kosasih dan Sukendar masing-masing dihukum 15 tahun penjara. Sedangkan Nandar Hidayat, Risris Risnandar, dan Yunan Citivaga divonis 18 tahun penjara. [Irm]


Komentar Pembaca