Mantan Ketua DPRD Sumsel Jalani Pemeriksaan Kedua

POLKAM  RABU, 30 JUNI 2021 | 07:35 WIB

Mantan Ketua DPRD Sumsel Jalani Pemeriksaan Kedua

Kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya Palembang terus didalami Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan. Baru-baru ini Kejati Sumsel menetapkan dua tersangka baru yakni Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi. Terkait hal itu, mantan Ketua DPRD Sumsel. Giri Ramanda Kiemas menjalani pemeriksaan untuk kedua kalinya.

Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel Khaidirman, bahwa penyidik kejati Sumsel telah memeriksa Giri Ramanda Kiemas yang saat itu menjabat sebagai ketua DPRD Sumsel dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.

“Benar, tadi pihak penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap keponakan Ibu Megawati Soekarno Putri yakni Giri Ramanda Kiemas sebagai saksi yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Sumsel,” kata Khaidirman dilansir Infosumsel.ID, Selasa (29/6/2021).

Khaidirman mengatakan, pemeriksaan terhadap Giri Ramanda sendiri terkait dengan penganggaran pembangunan Masjid Sriwijaya.

“Diperiksa jaksa sebagai saksi, soal penganggaran pembangunan Masjid Sriwijaya,” katanya.

Selain itu, Khaidirman juga menyebut, sebelumnya Giri Ramanda juga pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang lain. Namun, kali ini dia diperiksa sebagai saksi atas tersangka, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi.

“Sudah dua kali, beberapa waktu lalu juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama, ini diperiksa lagi guna melengkapi berkas tersangka atas nama Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi,” kata Khaidirman.

Selain memeriksa Giri Ramanda Kejati Sumsel juga memeriksa Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani. Isnaini diperiksa sebagai Ketua Divisi Perencanaan Teknis Pembangunan Masjid Sriwijaya.

“Selain memeriksa Giri Ramanda, penyidik Kejati Sumsel juga melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang Isnaini Madani yang saat itu menjabat sebagai Ketua Divisi Perencanaan Teknis Pembangunan Masjid Sriwijaya, sebagai saksi” kata Khaidirman.

Dimana diberitakan sebelumnya, Kejati Sumsel menetapkan dan menahan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya Palembang. Kedua tersangka tersebut adalah Mukti Sulaiman (mantan Sekda Pemprov Sumsel) dan Ahmad Nasuhi (mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel).

“Kini keduanya (Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi) telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam dugaan kasus pembangunan Masjid Sriwijaya, dan keduanya dilakukan penahanan di Rutan Pakjo Palembang. Kedua tersangka tersebut ditetapkan sebagai tersangka terkait jabatan mereka kala itu,” kata Khaidirman, Rabu (16/6/2021).

Beberapa waktu juga diketahui sudah empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Yang pertama diumumkan ialah mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang Eddy Hermanto dan kuasa KSO Dwi Kridayani. Dua tersangka lainnya ialah Ketua Panitia Divisi Lelang Syarifudin, Project Manager PT Yodya Karya sebagai kontraktor Yudi Arminto.

“Jadi totalnya sementara ini ada enam tersangka dalam kasus ini. Sebelumnya Eddy Hermanto, Dwi Kridayani, Syarifudin, dan Yudi Arminto sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu,” katanya.

Penyidikan Kejati Sumsel bermula dari mangkraknya pembangunan masjid. Pembangunan Masjid Sriwijaya dilakukan oleh Yayasan Wakaf Sriwijaya dengan menggunakan dana hibah pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp130 miliar.

Namun, bangunan fisik masjid itu diduga tidak sesuai dengan anggaran proyek tersebut.

“Namun dilihat dari fisik bangunan tersebut tidak sesuai dengan dana yang telah keluarkan sehingga pihak Kejati Sumsel melakukan penyelidikan,” jelasnya.[ros]


Komentar Pembaca