Kasus Covid-19 Tak Terbendung, Nakes di Ujung Tanduk

Kesehatan  SENIN, 28 JUNI 2021 | 00:40 WIB | Aldi Rinaldi

Kasus Covid-19 Tak Terbendung, Nakes di Ujung Tanduk

Ilustrasi Nakes Kelelahan/Ist

Lonjakan COVID-19 yang tidak terbendung membuat beban kerja bertambah dan sangat mempengaruhi imunitas para Tenaga Kesehatan (Nakes). Karenanya mereka sangat rentan terpapar virus.

Terkait hal itu, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadillah mengatakan, di tengah situasi seperti ini Tenaga Kesehatan hanya mengandalkan kekebalan imunitas, disamping vaksinasi yang telah diberikan.

“Dengan bertambahnya beban fisik (overload pasien) dan beban mental itu secara langsung akan menurunkan imunitas,” kata Harif sapaan akrabnya dalam diskusi daring, pada Sabtu (26/6).

Harif mengungkapkan, banyak rumah sakit di Jabodetabek kesulitan untuk menampung pasien karena situasi pandemi saat ini dapat dikategorikan darurat.

“Karena apa? Karena lihat bahwa beberapa rumah sakit, khususnya kami pantau di Jabodetabek ini sudah cukup penuh, bahkan itu UGD itu menjadi ruang rawat ya,” ungkapnya.

Harif menegaskan, saat ini banyak rumah sakit yang membutuhkan tenaga perawat tambahan. Menurutnya, DKI Jakarta membutuhkan sekitar 923 perawat tambahan untuk mengisi kekurangan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Belum lagi yang untuk di luar DKI itu sekitar dua ribuan kita butuhkan,” ucapnya.

Harif pun khawatir tenaga kesehatan akan kewalahan apabila lonjakan kasus COVID-19 tetap berlanjut karena rekrutmen untuk tenaga perawat baru masih belum ada.

“Artinya kondisi hari ini masih ditangani dengan tenaga kesehatan yang ada saat ini saja gitu, belum ada penambahan,” paparnya.

Tambahan informasi, kini situasi pandemi di Indonesia kian mengkhawatirkan. Dalam pekan terakhir, tercatat tiga kali rekor penambahan kasus.

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian COVID-19 di Indonesia sebanyak 21.095 pada Sabtu (26/6), ini merupakan rekor terbaru semala pandemi melanda Indonesia. Dan sukses mengalahkan rekor sebelumnya sejumlah yang berjumlah 20.574 pada Kamis (24/6).[tyo]


Komentar Pembaca