Tim Riset MAN 1 Jembrana Raih Medali Emas dan Perak di Ajang WSEEC 2021

Pendidikan  JUMAT, 25 JUNI 2021 | 21:00 WIB

Tim Riset MAN 1 Jembrana Raih Medali Emas dan Perak di Ajang WSEEC 2021

foto/net

Dua tim penelitian MAN 1 Jembrana, yang tergabung dalam kelompok karya tulis ilmiah remaja HIPOTESA berhasil mengukir prestasi Internasional. Mereka mengharumkan nama bangsa di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah bertajuk "World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC)".

Kompetisi ini diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA), 17-20 Juni 2021, secara online di Jakarta Global University. WSEEC diikuti 288 tim dari 21 negara.

Tim pertama MAN 1 Jembrana beranggotakan Ryan Fauzy, Julia Nur Safitri, dan Muhammad Rizky Pratama. Tim ini mendapat medali emas dan IYSA Special Award pada kategori 'Life Science' dengan penelitian berjudul "Effect of Ovicide Extracted from Kenyeri Plant (Nerium oleander) in Controlling Golden Snail Eggs (Pomacea canaliculata)."

Mewakili timnya, Ryan Fauzy mengatakan, ide ini berawal dari melihat fenomena padi petani yang sering rusak akibat hama keong mas. 

"Kami menemukan fakta bahwa padi petani sering rusak dan gagal panen disebabkan oleh serangan hama keong mas. Di sini kami mulai berfikir untuk membantu petani dalam menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya di Jembrana.

Setelah berdiskusi dengan guru pembimbing, lanjut Ryan, mereka memutuskan untuk membuat ovisida alami yang murah dan ramah lingkungan dari daun tanaman kenyeri  (Nerium oleander). 

"Ovasida alami ini berfungsi untuk mengontrol serangan hama telur keong mas," ungkapnya. 

Berdasarkan hasil penelitian mereka, diketahui bahwa ekstrak daun kenyeri mengandung senyawa oleandrin, yang efektif untuk mengontrol hama telur keong mas (Pomacea canaliculata).

Tim kedua MAN 1 Jembrana terdiri dari Muhammad Nur Rohman Suwarso, Yuvina Rahma Ramadhani, dan Garda Ali Rayhaan. Mereka berkompetisi pada kategori environment dengan penelitian berjudul "E-Shell Plamir as Innovation of Cheap Building Material from Waste Of Eggshell." Penelitian ini berhasil meraih medali perak pada bidang lingkungan.

Ketiga siswa tersebut berinovasi dengan memanfaatkan limbah cangkang telur sebagai bahan pembuat plamir tembok bangunan yang murah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan. 
Setelah diujicoba dan dinilai oleh para ahli material bangunan, plamir limbah cangkang telur yang dibuat, diketahui memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan plamir tembok komersil.

"Penelitian pemanfaatan cangkang telur ini diawali dengan banyaknya limbah cangkang telur yang tidak termanfaatkan seperti pada penjual martabak, nasi goreng, dan usaha yang menggunakan telur sebagai bahan dasar lainnya. Jika tidak dimanfaatkan, dalam jumlah banyak cangkang telur tersebut akan menjadi polutan dan mencemari lingkungan. Hal ini yang melatarbelakangi kami memilih limbah cangkang telur sebagai objek penelitian," jelas Rohman bersama dua rekannya.

Perlu waktu satu bulan untuk mempersiapkan dua tim ini berkompetisi pada ajang yang diikuti peserta dari negara di Benua Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika tersebut. 
"Persiapan yang dilakukan mulai dari membuat poster untuk pameran, hingga melatih presentasi menggunakan Bahasa Inggris," ujar salah satu tim pembimbing MAN 1 Jembrana, Mumtamah dan Khairul Zayid.

Sebagai pembimbing, Mumtamah mengaku  bangga dengan capaian siswanya.

Hal yang sama disampaikan tim pembimbing lainnya, Khairul Zayid. Dia mengaku, selalu menanamkan rasa untuk tidak cepat puas kepada para siswa  karena masih banyak kompetisi lainnya yang harus diikuti.

"Dalam waktu dekat, satu tim penelitian siswa akan berkompetisi pada final Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya Malang," ungkap Khairul Zayid.

"Kami berharap inovasi  siswa MAN 1 Jembrana ini dapat dikembangkan, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Dengan seperti itu, karya riset siswa tidak hanya sekadar untuk objek kompetisi, tetapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat," sambungnya.

Kepala MAN 1 Jembrana, Agus Subagya mengapresiasi prestasi keenam siswanya. 

"Ini sebuah kebanggaan, karena di tengah keterbatasan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, siswa-siswi MAN 1 Jembrana tetap semangat untuk menggapai prestasi. Saya juga sangat mengapresiasi semangat dan inovasi yang dilakukan oleh guru pembimbing, sehingga siswa yang dibina mampu berprestasi skala Internasional di tengah Pandemi Covid-19," katanya.

Prestasi ini tidak hanya penting untuk meningkatkan daya saing siswa, tapi juga Madrasah, baik tingkat Nasional maupun Internasional. 

"Klasterisasi Madrasah tidak terlepas dari prestasi siswa. Tentu capaian prestasi yang membanggakan ini kami sangat apresiasi," ucapnya.

Agus menambahkan, MAN 1 Jembrana sangat fokus terhadap peningkatan prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik. Hal ini dibuktikan dengan inovasi dan metode pembinaan siswa yang dikembangkan oleh Madrasah yang terletak di Jalan Ngurah Rai 103 Jembrana tersebut. 

Keikutsertaan siswa dalam setiap kompetisi melalui seleksi yang ketat di tingkat Madrasah. Setelah terpilih, siswa akan dibina oleh guru-guru yang kompeten pada bidangnya masing-masing. Ini diharapkan selalu didukung oleh seluruh civitas akademika MAN 1 Jembrana.

"Pembinaan dan pendampingan terus dimaksimalkan meskipun kondisi sulit seperti pandemi saat ini. MAN 1 Jembrana berkomitmen untuk terus meningkatkan prestasi," pungkasnya. [mt]

 


Komentar Pembaca