Mengganas, COVID-19 di DKI Jakarta Hari Ini Tembus 7 Ribu Lebih

Kesehatan  KAMIS, 24 JUNI 2021 | 19:15 WIB | Aldi Rinaldi

Mengganas, COVID-19 di DKI Jakarta Hari Ini Tembus 7 Ribu Lebih

foto/net

 Kasus COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir mengalami lonjakan tajam, namun lonjakan tersebut masih berada pada angka 3.000-5.000 kasus per hari. Namun, berbeda dengan hari ini. Kasus positif justru mengganas dan alami lonjakan yang cukup drastis.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta per Kamis, 24 Juni 2021), kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta menembus angka 7.505 kasus dalam sehari. 

Terkait hal ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Otavia memaparkan, hari ini Dinkes Pemprov DKI telah melakukan tes PCR sebanyak 25.575 spesimen.

Kemudian, dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.460 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasilnya 7.505 positif dan 12.955 negatif. 

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini 5.053 orang dites, dengan hasil 776 positif dan 4.277 negatif.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan semakin taat protokol kesehatan, karena penularan COVID-19 yang kian cepat. Patuhi aturan yang berlaku sebagai upaya kita bersama dalam menekan penyebaran virus ini," tegas Dwi, di Balai Kota Jakarta, pada Kamis (24/6). 

Dwi juga menyebut, trend kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 15% dari 7.505 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian, yaitu 830 kasus adalah anak usia 6 - 18 tahun dan 282 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun. Sedangkan, 5.775 kasus adalah usia 19 - 59 tahun dan 618 kasus adalah usia 60 tahun ke atas. 

"Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi," imbaunya.

Lebih lanjut, Dwi juga menjabarkan, distribusi 7.505 kasus positif hari ini, yaitu dari Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 1.550 kasus, Jakarta Pusat 836 kasus, Jakarta Selatan 1.105 kasus, Jakarta Timur 2.310 kasus, dan Jakarta Utara 954 kasus, serta data kasus yang masih dalam proses verifikasi sebanyak 748. 

Sedangkan, Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Ciracas 350 kasus, Cipayung 341 kasus, Kembangan 322 kasus, dan Pulo Gadung 305 kasus.

"Lonjakan bukan hanya terjadi pada angka kasus positif saja, tetapi juga pada jumlah pemakaman dengan protap COVID-19 di Jakarta. Secara berturut-turut, pada 22 Juni terdapat 150 pemakaman, lalu 23 Juni sebanyak 180 pemakaman, dan sampai dengan pukul 12 siang hari ini, sudah 132 pemakaman yang menggunakan protap COVID-19. Situasi ini tidak bisa dibiarkan, kita harus waspada dan mencegah penyebaran COVID-19 ini bersama-sama," tandasnya.

Tak hanya itu, Dwi turut memaparkan perkembangan jumlah klaster di Jakarta. Untuk klaster perkantoran pada 14-20 Juni, ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor. Sedangkan, untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10.967 orang positif dari 912 keluarga.

"Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, taati aturan bekerja dari kantor sebanyak 25% kapasitas dan sisanya bekerja dari rumah. Keluar rumah jika benar-benar penting, tentu kita semua tidak ingin jika kasusnya semakin bertambah ke depannya," pungkasnya.

Namun demikian, Dwi juga menyarankan agar warga tidak panik saat terdiagnosis positif Antigen/PCR. Untuk warga yang mendapat hasil positif pada tes Antigen, pastikan segera melakukan tes PCR di Puskesmas secara gratis atau laboratorium lainnya secara mandiri. [mt]


Komentar Pembaca