Dengan Pantun, Ketua DPRD Prasetyo Singgung Anies Soal COVID-19

BERITA  KAMIS, 24 JUNI 2021 | 05:30 WIB | Aldi Rinaldi

Dengan Pantun, Ketua DPRD Prasetyo Singgung Anies Soal COVID-19

foto/net

MoeslimChoice. Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyinggung Gubernur DKI Jakarta, saat memberi sambutan pada evaluasi rapat paripurna HUT DKI Jakarta, Selasa (22/5). Menurutnya, Gubernur Anies Baswedan harus fokus terlebih dahulu dalam penanganan COVID-19.

Singgungan itu tertuang dalam pantun yang diucapkan oleh Ketua DPRD dalam sambutannya, berikut pantun yang dilontarkan:

"Beli baja di pantai carita, buat rehab rumah tua, 
 Boleh saja punya cerita, selesaikan dulu masalah Jakarta".

"Jadi saya membuat pantun terakhir itu mengingatkan kepada Gubernur, supaya terkonsentrasi lah masalah Jakarta, akan adanya pademi covid yang kedua ini," kata Pras, sapaan akrabnya di gedung DPRD DKI Jakarta kepada Moeslimchoice.com, Selasa (22/6).

Kemudian Pras juga sempat menyinggung, soal pertemuan Anies dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di tengah situasi Pandemi yang sedang mencemaskan.

"Padaa saat situasi pademi ini dia berkeliling di luar Jakarta, kemarin makan bareng Ridwan Kamil, padahal kan Jakarta sedang perihatin terhadap paparan covid," imbuhnya.

Lebih lanjut, Pras juga menyarankan untuk kondisi darurat seperti ini hal yang dilakukan Pemprov DKI dan jajarannya, harus melakukan tindakan kreatif agar warga mau divaksin dan selesai pada target, yaitu akhir bulan Agustus.

"Ya tindakan kreatif itu kan kita jemput bola dan mengimbau kepada masyarakat, ayo vaksin, ayo vaksin," tuturnya.

"Karena bukan apa-apa, kesadaran masyarakat kalau gak dijemput bola dia gak sadar juga," tambah Politikus P-DPI itu.

Pras menambahkan, bahwa Presiden telah memberi amanat kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperbanyak kerja di lapangan.

"Jadi artinya apa, jemput bolalah dari tingkat Gubernur, DPRD, semua jajaran Kapolda Pangdam turun kelapangan ke bawah," tandasnya.

Kemudian, Pras juga menyarankan, agar penyekatan lebih diperbanyak lagi di setiap daerah masing-masing untuk memutus rantai penularan COVID-19 yang kian mencemaskan.

"Menyekat jalan jadi orang gak boleh banyak keluyuran malah jadi istilahnya di skat-skat, jadi orang tetap di rumah kalo gak perlu-perlu sekali, ya gak usah keluar kalau gak ada kepentingan yang sangat penting," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca