Pilih Al Quran atau Pancasila, Bukan Pilihannya yang Dinilai

POLKAM  MINGGU, 20 JUNI 2021 | 14:40 WIB

Pilih Al Quran atau Pancasila, Bukan Pilihannya yang Dinilai

Seantero negeri ribut karena dalam Tes Wawasan Kebangsaa (TWK) ada soal memilih antara Al Quran dan Pancasila. Padahal penilaian bukan terletak pada apa yang dipilih, melainkan respons si peserta tes.

Demikian dijelaskan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjawab polemik soal TWK tersebut. Bahwa, menurut dia, peserta TWK yang mendapat pertanyaan memilih Pancasila atau Al Quran dari asesor dikarenakan hasil indeks moderasi bernegara (IMB-68) dan profilingnya jeblok.

"Ini sebetulnya pertanyaan berat. Kalau ada seseorang yang ditanya asesor pilih Alquran atau Pancasila maka dia termasuk kategori berat," kata dia di Jakarta kemarin seperti dikutip dari Antaranews, Minggu (20/6/2021).

Menurut Bima, pertanyaan tersebut digunakan asesor karena pertanyaan itu paling sering digunakan oleh teroris untuk merekrut calon-calon teroris. Dengan itu, para asesor akan melihat respons dari peserta tes wawasan kebangsaan yang ditanyakan perihal memilih Pancasila atau Alquran.

Jika seseorang memiliki pemahaman agama atau Pancasila yang terbatas maka dengan cepat akan menjawab agama. Namun, jika peserta tersebut memiliki pemahaman agama yang lebih baik, ia akan bingung karena dalam agama ada unsur Pancasila dan Pancasila juga tidak bertentangan dengan agama.

"Jadi kebingungan inilah yang ditangkap oleh asesor sehingga mengetahui seseorang berada di level mana," ujar Bima.

Oleh karena itu, Bima menegaskan makna dari pertanyaan memilih Pancasila atau Alquran dalam tes wawasan kebangsaan sejatinya bukan perkara Pancasila atau agama melainkan lebih kepada melihat respons dari peserta.

"Perlu diketahui sebenarnya yang ingin dilihat asesor adalah respons dari pertanyaan, bukan jawabannya," katanya.[ros]


Komentar Pembaca