Di Lampung, Erick Thohir Jadi Adik Zulkifli Hasan

POLKAM  MINGGU, 20 JUNI 2021 | 13:05 WIB

Di Lampung, Erick Thohir Jadi Adik Zulkifli Hasan

Kemarin, Sabtu 919/6/2021), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapat gelar adat dari masyarakat Lampung Marga Dantaran. Dengan demikian, Erick menjadi kerabat keluarga besar Marga Dantaran.

Tidak itu saja. Dengan gelar tersebut, Erick Thohir pun mendapat sebagai bangsawan dan adik langsung Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) secara adat.

Zulhas dalam adat Marga Dantaran, Lampung Selatan,  menyandang gelar Batin Eka Perkasa, gelar yang merupakan penghormatan untuk bangsawan atau raja.

Kepala Adat Marga Dantaran Glr Sai Batin Pangeran Ahmad Fajrin menobatkan Erick Thohir sebagai Raden Bangsawan.

"Ini semacam adik-kakak. Pak Zul kakaknya, Pak Erick adiknya. Secara adat keduanya kakak beradik yang disahkan oleh keluarga besar Marga Dantaran," ujar Fajrin.

Upacara pemberian gelar adat ini diselenggarakan di SMA Kebangsaan, Kalianda, Lampung Selatan. Hajatan tersebut dimeriahkan dengan oleh rangkaian acara adat dan atraksi seni. yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Semua hadirin diwajibkan melakukan test swab antigen.

Zulhas saat menyampaikan sambutan mengatkan bahwa pemberian gelar adat ini bukan hanya seremoni. Hal penting, untuk mengajak para pemimpin negeri menjaga kelestarian adat dan Budaya.

"Ini amanat konstitusi. Amanat undang-undang. Adat dan budaya bangsa harus kita lestarikan berasama, karena ini bagian dari nilai-nilai luhur bangsa kita," tutur Zulhas dalam kesempatan yang sama.

Di lain pihak, Erick Thohir  pun mengucap syukur dan terima kasih kepada masyarakat Adat Marga Dantaran, Lampung Selatan. Ia mengaku sangat bahagia mendapat gelar adat tersebut.

"Jelas ini sebuah kehormatan, Raden Bangsawan, apalagi menjadi adik langsung dari Pak Zul dengan gelar Batin Eka Perkasa. Memang adat dan budaya ini harus menjadi visi kita semua," ungkap Erick.

"Visi untuk mengerjakan pembangunan. Kita tidak ingin Indonesia maju, tetapi meninggalkan adat dan budaya. Tidak mau revolusi industri 4.0 terus dikejar, tetapi anak-anak muda kita lupa pada budaya bangsanya." kata dia. [ros]

 


Komentar Pembaca