Sedihnya..Empat Mantan Anggota DPRD Jambi Ditahan

POLKAM  KAMIS, 17 JUNI 2021 | 23:10 WIB

Sedihnya..Empat Mantan Anggota DPRD Jambi Ditahan

Dapat dibayangkan betapa sedih dan galaunya Fahrurrozi (FR), Arrakhmat Eka Putra (AEP), Wiwid Iswhara (WI), dan Zainul Arfan (ZA) yang hari ini, Kamis (17/6/2021) ditetapkan tersangka dan langsung ditahan Komisis Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab mereka bukan siapa-siapa lagi saat ini, cuma mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi.

Keempat tersangka ini merupakan Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2014-2019. Mereka ditetapkan tersangka kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Dijelaskan Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budianto, keempat tersangka ditetapkan setelah penyidik berhasil mengumpulkan sejumlah bukti serta hasil pengembangan dalam kasus tersebut.

"Mencermati fakta-fakta persidangan serta didukung bukti permulaan yang cukup sehingga KPK menaikkan ke Penyelidikan dan kemudian pada 26 Oktober 2020 ditingkatkan ke Penyidikan dengan  menetapkan para tersangka," kata Setyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021).

Setyo menjelaskan kontruksi perkara hingga melibatkan empat orang ini menjadi tersangka. Mereka merupakan unsur Pimpinan DPRD Provinsi Jambi, yang diduga meminta uang ketok palu menagih kesiapan uang ketok palu”, melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, meminta jatah proyek atau menerima uang dalam kisaran Rp 100 juta atau Rp 600juta per orang.

Keempat tersangka masing -masing menerima uang kisaran mencapai ratusan juta. Untuk Fahrurrozi (FR) dan Zainul Arfan (ZA) menerima mencapai Rp 375 juta. Kemudian, Arrakhmat Eka Putra (AEP) dan Wiwid Ishwara menerima mencapai Rp 275 juta.

"Penetapan empat tersangka ini, berdasarkan pengembangan perkara mantan Gubernur Jambi Zumi Zola pada 28 November 2017," kata Setyo.

Hingga saat ini sudah sebanyak 18 orang dari unsur Gubernur Pimpinan DPRD Pimpinan Fraksi DPRD hingga pihak swasta telah menjadi narapidana.

Dalam perkembangannya, KPK mengungkap bahwa praktik uang “ketok palu” tersebut tidak hanya terjadi untuk pengesahan RAPBD TA 2018. Namun juga terjadi sejak pengesahan RAPBD 2017.

Untuk penyidikan lebih lanjut keempat tersangka akan ditahan selama 20 hari pertama. Mulai tanggal 17 Juni sampai 6 Juli 2021.

Sementara itu Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, FR dan AEP akan ditahan di Rumah Tahanan KPK Kavling C1. Sedangkan, WI dan ZA akan ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih KPK.

"Sebelumnya akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 Hari di Rutan KPK Kavling C1 sebagai pemenuhan protokol kesehatan pencegahan dan penyebaran Covid -19 dilingkungan Rutan KPK," ucap Ali.

Empat tersangka ini disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. [ros]


Komentar Pembaca