IKAPPI: Sembako Ada PPN? Itu sih Gila...

NASIONAL  JUMAT, 11 JUNI 2021 | 00:10 WIB

IKAPPI: Sembako Ada PPN? Itu sih Gila...

foto/net

Pemerintah akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok (sembako) yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. PPN juga akan dikenakan pada barang hasil pertambangan atau pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.

Kebijakan itu akan tertuang dalam perluasan objek PPN yang diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Memprotes Rencana pemerintah untuk menjadikan bahan pokok sebagai objek pajak. Pemerintah diharapkan menghentikan upaya bahan pokok sebagai objek pajak.  

IKAPPI menganggap bahwa pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menggulirkan kebijakan. Apalagi kebijakan tersebut digulirkan di masa pandemi dan di saat situasi perekonomian yang sedang sulit. 

"Kami mencatat lebih dari 50 persen omzet pedagang pasar menurun. Di samping itu, pemerintah belum mampu melakukan stabilitas bahan pangan di beberapa bulan belakangan ini. Harga cabai bulan lalu hingga Rp 100 rb, harga daging sapi belum stabil, mau dibebanin PPN lagi? Gila... kami kesulitan jual karena ekonomi menurun, dan daya beli masyarakat rendah. Mau ditambah PPN lagi, gimana tidak gulung tikar," kata Abdullah Mansuri, Ketua Umum IKAPPI dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (10/6).

"Kami memprotes keras upaya-upaya tersebut. Dan sebagai organisasi penghimpun pedagang pasar di Indonesia, kami akan melakukan upaya protes kepada Presiden agar kementerian terkait, tidak melakukan upaya-upaya yang justru menyulitkan anggota kami (pedagang pasar)," pungkasnya. [mt]

 


Komentar Pembaca