Sukses, Anak Muda Berbagai Negara Pasarkan Tempe di Eropa

Internasional  KAMIS, 10 JUNI 2021 | 21:50 WIB

Sukses, Anak Muda Berbagai Negara Pasarkan Tempe di Eropa

Tempe digemari masyarakat Eropa. Itu dibuktikan oleh ilmuwan muda asal Bogor, Jawa Barat, Indonesia yang bersama teman-temannya dari berbagai negara dalam dua tahun terakhir merambah pasar Eropa dengan tempe siap saji.

Dikutip dari Kantor Berita BBC, Kamis (10/6/2021), kin anak-anak muda itu menjajaki rencana untuk menggunakan kedelai dari petani lokal Indonesia untuk berbagai produknya. Sebuah formula telah dipatenkan untuk meningkatkan kandungan nutrisi vitamin B12 dan vitamin D dalam tempe yang akan mereka pasarkan dengan bahan baku kedelai lokal.

Mereka berharap dengan menyerap kedelai lokal Indonesia, para petani termotivasi untuk tetap menanam jenis kacang itu di tengah lautan kedelai impor di Indonesia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia, sekitar 70% produk tempe dalam negeri menggunakan kedelai impor. Tidak dapat bersaing dalam harga menyebabkan banyak petani yang beralih ke tanaman lain.

Namun, untuk memutus ketergantungan terhadap kedelai impor, inovasi tempe dan pasar Eropa belumlah cukup. Perlu insentif dari pemerintah bagi petani lokal agar tetap menanam kedelai, dan manajemen yang lebih baik untuk menyerap hasil panen mereka.

Berawal dari kecintaan terhadap tempe, sekelompok anak muda dari Indonesia, Inggris, Italia dan Hong Kong mendirikan Better Nature di tahun 2018.

Dari markas mereka di London, Better Nature, mulai menjual tempe ke pasaran Inggris dan Eropa pada tahun 2020.

Mayoritas tempe yang mereka buat adalah tempe siap saji dalam kemasan yang telah dibumbui, sehingga bisa langsung dihangatkan di microwave atau di atas kompor.

Rasa dan bentuknya bermacam-macam; ada yang berbentuk dadu seperti umumnya masakan tempe yang sering ditemukan di Indonesia, namun ada juga tempe cincang dan tempe yang diiris memanjang sehingga menyerupai potongan iga.

"Produk kami yang paling laris adalah tempe yang sudah dimarinasi [direndam dalam bumbu sebelumnya] karena mereka sangat mudah untuk dimasak," kata salah satu pendiri Better Nature, Fabio Rinaldo, seorang ilmuwan pangan yang kami temui di kantornya, di London, Inggris.

"Konsumen kami dapat berkreasi dengan berbagai resep tanpa repot memasak dari awal, meskipun kami juga sedia versi tempe mentah yang belum dibumbui."

Semenjak diluncurkan tahun lalu, tempe inovasi mereka dapat ditemui di setidaknya di 200 toko dan supermarket di Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara di Skandinavia. Belakangan, produk tempe mereka menjadi salah satu dari tiga produk vegetarian terlaris di website Amazon untuk wilayah Britania Raya.

"Di pasar Eropa, tempe masih merupakan produk makanan dengan segmen khusus tetapi kesadaran konsumen akan tempe tumbuh luar biasa pesat," kata Christopher Kong, pendiri Better Nature yang besar di Hong Kong.

"Saya lahir di Hong Kong dan hidup di sana selama 13 tahun, tapi tidak pernah mengenal tempe, meski faktanya Hong Kong lebih dekat ke Indonesia," kata Chris.

Di website resminya, Better Nature menawarkan lebih dari selusin jenis produk tempe dengan rasa ala Asia, India, dan Eropa. Harganya berkisar antara Rp50.000 sampai Rp.76.000.

Untuk tempe mentah yang belum dibumbui, serupa dengan tempe yang sering dijumpai di Indonesia, harganya sekitar Rp50.000 per 200 gram atau Rp300.000 per kilogram.[ros]


Komentar Pembaca