Videonya Viral, Penganiaya Perawat Terancam 2,8 Tahun

NASIONAL  KAMIS, 10 JUNI 2021 | 23:40 WIB

Videonya Viral, Penganiaya Perawat Terancam 2,8 Tahun

Jason Tjakrawinata (38) merupakan pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli (28) pada 15 April 2021. Keesokan harinya begitu videonya viral, Jason ditangkap polisi.

Hari ini, Kamis (10/6/2021), Jason menjalani sidang perdana di Pengadilan NegerI Kelas 1A Palembang.  Ia mendengarkan dakwaan secara virtual dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Eddy Cahyono SH MH itu.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang Ursulla Dewi SH MH menyatakan, terdakwa Jason Tjakrawinata alias Jason terbukti melakukan perbuatan penganiayaan.

“Menyatakan terdakwa terbukti telah melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP,” ujar JPU pada majelis hakim melalui sambungan telekonfrensi itu.

Dikutip dari Laman SIPP PN Palembang disebutkan bahwa terdakwa Jason Tjakrawinata pada hari Kamis tanggal 15 April 2021 sekira pukul 13.40 WIB, bertempat di salah satu rumah sakit swasta di Jalan POM IX, telah melakukan pemukulan penganiayaan secara sengaja pada salah seorang perawat berinisial CR.

Berawal pada saat terdakwa sedang berada di Kota Kayu Agung, ditelpon oleh istrinya yakni saksi Rama Melisa als Melisa Binti H.Irsan dan memberitahu bahwa anak terdakwa yang sedang opname di rumah sakit setelah dicabut infusnya, dan tangan anaknya tersebut mengeluarkan darah.

Sesampainya di rumah sakit tersebut terdakwa mengurus administrasi pembayaran rumah sakit dan setelah selesai, terdakwa langsung naik ke kamar nomor 6026 yang ada di Lantai 6.

Tidak terima dengan tangan anaknya yang mengeluarkan darah, terdakwa lalu marah hingga melakukan pemukulan pada suster CR.

Yang mana perbuatannya tersebut sempat terekam kamera dan tersebar luas melalui jejaring sosial.

Sehingga perbuatan yang dilakukan terdakwa viral di jejaring sosial dan banyak mendapat kecaman dari netizen.

Namun tidak sedikit pula netizen yang mempertanyakan kejadian sebenarnya, dan menganggap perbuatan pelaku pemukulan pasti ada sebab awalnya, sehingga memancing pelaku untuk melakukan pemukulan seperti yang tampil di media sosial tersebut.

Atas perbuatannya terdakwa kini diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP, dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.[ros]

 


Komentar Pembaca