BIN Bantah Pledoi HRS: Tak Ada Pertemuan dengan BG

POLKAM  KAMIS, 10 JUNI 2021 | 22:40 WIB

BIN Bantah Pledoi HRS: Tak Ada Pertemuan dengan BG

Berselang beberapa jam setelah terdakwa kasus pembohongan hasil swab test covid-19 di Rumah Sakit Ummi Bogor Habib Rizieq Shihab (HRS) membacakan pledoinya, Badan Intelijen Negara (BIN) langsung membantah keras.

Bantahan disampaikan Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto kepada media, Kamis (10/6/2021) petang, bahwa Kepala BIN Budi Gunawan (BG) tidak pernah mengadakan pertemuan dengan HRS di Arab Saudi -ada 2017.

Saat membacakan pledoi di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tadi pagi, HRS mengaku dirinya ditemui BG di Arab Saudi. Tidak Budi saja, ada juga pertemuan dengan Kapolri saat itu Jenderal Pol Tito Karnavian.

Wawan Hari Purwanto dengan tegas membantah itu dengan mengatakan,"Tentang isu pertemuan dengan Pak BG di Arab Saudi tidak pernah terjadi. Sedangkan mengenai pertemuan dengan Pak Tito selaku Kapolri pada waktu itu agar ditanyakan langsung kepada beliau."

Saat ditanya tentang perjanjian tertulis dirinya dengan BG yang disebut HRS dalam pledoinya, Wawan mengatakan dia tidak pernah melihat dokumen tersebut. Karena itu, kata dia, dirinya tidak bisa memberikan konfirmasi apapun.

Dijelaskan Wawan, Majelis Hakim PN Jakarta Timur pasti akan mengonfirmasi keabsahan surat atau dokumen apapun yang dihadirkan HRS dalam persidangan. Sebab dokumen resmi dari lembaga intelijen negara itu pasti memiliki kop surat dengan logo instansi resmi.

"Karena ini sudah masuk di persidangan, maka jika surat tersebut ditunjukkan, hakimlah yang menilai keabsahan dan kebenaran surat itu secara hukum setelah ada uji forensik," tandas dia.

Lebih lanjut ditegaskan Wawan, lembaga negara dalam hal ini BIN tak pernah mengeluarkan perjanjian yang mengatasnamakan perorangan. Dipastikan setiap nota kesepahaman yang yang diterbitkan pasti melibatkan antar lembaga.

"Di BIN sendiri tidak ada arsip surat dimaksud, biasanya jika ada MoU pasti ada arsip. Maka seyogyanya perihal surat tersebut ditanyakan otentikasinya ke MRS," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, HRS di PN Jakarta Timur tadi pagi mengatakan secara rinci bahwa dirinya pada awal Juni 2017, bertemu dan berdialog langsung dengan BG bersama timnya. Mereka mengadakan pertemuan di satu hotel bintang lima di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Pertemuan itu, kata dia, menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya untuk menyetop semua kasus hukum yang menimpa dirinya bersama rekan-rekannya. Dengan demikian maka tidak ada lagi fitnah kriminalisasi, dan sepakat mengedepankan dialog daripada pengerahan massa, serta siap mendukung semua kebijakan Pemerintahan Jokowi selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan konstitusi negara Indonesia.

Menurut HRS, kesepakatan dalam pertemuan itu dibuat tertulis yang ia tandatangani bersama Komandan Operasional BIN Mayjen TNI (Pur) Agus Soeharto dan disaksikan BG.[ros]


Komentar Pembaca