Dalam Perkara RS Ummi, HRS Minta Bebas Murni

POLKAM  KAMIS, 10 JUNI 2021 | 18:20 WIB

Dalam Perkara RS Ummi, HRS Minta Bebas Murni

Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaikan pledoinya dalam perkara penyebaran kabar bohong hasil tes swab Covid-19 di RS Ummi pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Dalam perkara ini, HRS menjadi terdakwa bersama menantunya Hanif Alatas dan Direktur Utama RS Ummi Bogor dr Andi Tatat.

Dalam pledoinya tadi, HRS meminta Majelis Hakim PN Jakarta Timur untuk menjatuhkan vonis bebas murni kepadanya dan dua terdakwa lain.  

"Karenanya, kami memohon karena Allah SWT demi tegaknya keadilan agar Majelis Hakim yang mulia memutuskan untuk saya dan Habib Hanif Alattas serta Dr Andi Tatat dengan vonis bebas murni, dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan dikembalikan nama baik, martabat dan kehormatan," pinta HRS dalam saat membacakan pledoinya.

HRS menambahkan,"Saya berharap Majelis Hakim bisa menjaga kemurnian dan kemuliaan pengadilan dari praktik politik kriminalisasi. Itu sangat membahayakan Agama, Bangsa dan Negara."

HRS mengatakan, dia juga berharap hakim bisa jujur dan amanah agar menjadi harapan rakyat menyelamatkan tatanan hukum demi keadilan. Terlebih, menurut dia, saat ini perangkat dan instrumen negara banyak terkontaminasi oleh praktik jahat oligarki.

Dia meminta,"Kepada seluruh rakyat dan Bangsa Indonesia saya serukan untuk bergerak bersama-sama dengan para penegak hukum sejati, dalam melawan segala bentuk kezaliman demi tegaknya keadilan."

Lebih jauh lagi, HRS mengatakan, semua pasal yang didakwa jaksa terhadapnya dalam perkara ini tak memenuhi unsur pidana. Tak satu pun unsur dalam Pasal 14 dan Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang terpenuhi. Sehingga, tuntutan jaksa harus dibatalkan demi hukum.

Menurut dia, tak ada unsur pidana yang didakwakan terhadapnya dalam Pasal 14 ayat (1) UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular tak terpenuhi. Sehingga tuntutan jaksa juga harus dibatalkan demi hukum.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut HRS dengan pidana penjara selama 6 tahun dalam perkara kasus penyebaran kabar bohong tes swab virus corona di RS Ummi.[ros]


Komentar Pembaca