Pemerintah Diminta Fokus Percepatan Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik

Pendidikan  SELASA, 08 JUNI 2021 | 12:30 WIB | Aldi Rinaldi

Pemerintah Diminta Fokus Percepatan Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik

ilustrasi

Pemerintah diminta fokus percepatan dan pemerataan vaksinasi untuk guru serta tenaga pendidik. Hal ini perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk kembali menggelar sekolah tatap muka di masa pandemi covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo, saat menanggapi rencana pembelajaran tatap muka diseluruh sekolah di Indonesia pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang.

"Pendapat saya pemerintah harus lebih fokus pada percepatan dan pemerataan vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan," kata Bram dalam keterangannya, Selasa (8/6).

Bram juga mengatakan, jika mengacu data saat ini, vaksinasi untuk guru baru tercapai 28 persen jauh di bawah setengah dari jumlah guru dan tenaga pendidik yang ada.

Oleh sebab itu, kata Bram pemerintah pusat harus memiliki komunikasi yang baik dan bersinergi dengan pemerintah daerah agar memiliki pandangan sama tentang kondisi pendidikan.

"Sehingga mendapakatkan dukungan tentunya dari pemda," ujar Legislator Demokrat ini.

Kemudian Bram berharap, agar Kemendikbud juga dapat memiliki perencanaan yang jelas tentang pemulihan krisis pendidikan Indonesia. Menurutnya pemerintah tidak boleh hanya berfokus yang penting sekolah buka.

"Agar skema protokol kesehatan pembukaan sekolah juga jelas ketepatannya yaitu, menjaga kesehatan selama kegiatan belajar mengajar dan juga mengejar ketertinggalan pembelajaran peserta didik yang selama ini terjadi," paparnya.

Dengan demikian, Bram pun menilai, sistem pembelajaran sekolah tatap muka sedianya masih belum bisa diterapkan oleh pemerintah. Bram berkaca, dari presentase vaksinasi kepada guru.

"Oleh karena itu saya mendorong betul pemerintah agar menggencarkan vaksinasi tersebut dan sadar bahwa yang kita hadapi bukan hanya krisis kesehatan dan ekonomi saja tapi krisis pendidikan juga," tegasnya.

Sementara itu, Bram juga mengimbau para guru juga perlu didukung yakni dengan dibantu hardware dan juga pelatihan pasca setahun menggelar sistem pembelajaran virtual.

"Agar mereka bisa mengajar di situasi yang sulit seperti ini. Lalu juga, agar pembelajaran efektif dan tetap dapat mengejar ketertinggalan," pungkasnya. [irm]


Komentar Pembaca