Mensos Risma Beri Pelatihan Tanggap Bencana ke Warga dan Anak-anak

Sosial  SABTU, 05 JUNI 2021 | 14:40 WIB

Mensos Risma Beri Pelatihan Tanggap Bencana ke Warga dan Anak-anak

Mensos Tri Rismaharini/Net

BMKG mengungkapkan sebanyak 8 wilayah Kota dan Kabupaten di Jawa Timur berpotensi gempa M 8,2 dan tsunami risiko tinggi 15 meter. Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi bencana. Selain memberi edukasi, menyiapkan alat deteksi dini, juga melakukan simulasi.

Mensos Tri Rismaharini mengaku akan menyisir 8 wilayah tersebut, untuk memberi pelatihan dan pemahaman agar warga dan anak-anak paham menghadapi bencana.

"Ini staf tak tugaskan mulai minggu ini, mereka akan menyisir mulai Pacitan, Trenggalek, Tulungagung sampai Lumajang. Ini untuk memberikan pelatihan terus," kata Risma kepada wartawan di Surabaya, Jumat (4/6/2021).

Sebelum memberi pelatihan tanggap bencana kepada ke warga, Risma terlebih dahulu melakukan video conference bersama kepala dinas di beberapa provinsi. Dirinya sempat takut dengan potensi-potensi yang sudah dijelaskan BMKG.

"Ini ada stafku yang nanti akan berputar. Meskipun aku sebetulnya sudah 2 kali vidcon dengan kepala dinsos di Jabar, Lampung, Bali, NTT, NTB, Jatim, Jateng. Kemarin aku masih ketakutan, karena kondisinya kok ramalannya berat," jelasnya.

Rasa takutnya soal potensi itu, jelas Risma, akhirnya dia menugaskan staf mengadakan pelatihan. Staf kemensos juga menyisir daerah yang rawan, khususnya di Jawa Timur.

"Aku menugaskan stafku untuk mengadakan pelatihan warga dan anak-anak. Tak suruh nyisir mulai Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang Selatan, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, sampai Banyuwangi. Ada pelatihan khusus dengan kopasus di NTT, sudah dijadwalkan," urainya.

Sebelumnya BMKG menyebut ada peningkatan aktivitas kegempaan di Jawa Timur. Tsunami Jawa Timur ini sewaktu-waktu bisa terjadi bila ada gempa bumi dengan kekuatan di atas magnitudo 6,5. Selain itu ada 8 wilayah berpotensi tsunami.[tyo]


Komentar Pembaca