Karena Ini, 484 Non-ASN Kota Semarang Dipecat

Daerah  SELASA, 01 JUNI 2021 | 10:45 WIB

Karena Ini, 484 Non-ASN Kota Semarang Dipecat

Net

Dianggap melanggar aturan larangan mudik, sedikitnya 484 Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) Pemerintah Kota Semarang dipecat.

Sementara itu, buat 185 ASN yang melakukan pelanggaran yang sama mendapat sanksi pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) satu bulan.

“Kami sudah buat peraturan wali kota (Perwal) yang melarang ASN dan Non-ASN mudik, tetapi tetap ada juga yang melanggar,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (31/5).

Pria yang akrab disapa Hendi ini mengaku selalu mengingatkan kepada anak buahnya agar taat aturan. “Sudah saya sampaikan sejak sebelum Lebaran, jika melanggar konsekuensi ada sesuai dengan surat edaran,” tuturnya.

Mereka yang melanggar sebagian besar ketahuan saat melakukan presensi online dari luar kota Semarang. Menurut Hendi, ada juga yang tidak mengisi presensi. ”Mereka yang melanggar ini ada yang absen dari luar kota. Itu berarti tidak sesuai dengan aturan," katanya.

Mayoritas OPD yang melanggar aturan paling banyak dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Sementara itu, beberapa OPD yang ada di Dinkes, Dishub, dan lainnya juga diberhentikan. ”Memang tidak semua OPD hanya tertentu saja, tetapi yang paling banyak dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” katanya.

Salah satu Non-ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut.

Ahmad yang juga terkena sanksi mengatakan saat larangan mudik diberlakukan, dia mendapatkan tugas untuk berdinas dan lupa mengisi absensi. ”Saat itu saya dinas malam, saat hari kedua Lebaran kesiangan jadi lupa mengisi absensi,” katanya. 

Dia mengatakan, absensi bisa dilakukan Non-ASN mulai pukul 05.00 sampai pukul 09.00 pagi, sayangnya ia tidak mendapat keringanan hukuman. “Padahal tidak mudik, seharusnya ada keringanan atau bagaimana. Kasihan yang sepuh juga ada, mungkin gaptek juga karena harus pakai handphone,” katanya. [Irm]


Komentar Pembaca