Heboh Video Paduan Suara, JYC Meminta Maaf dan Akui Kurangnya Pengetahuan

Nasional  SELASA, 18 MEI 2021 | 16:40 WIB | Aldi Rinaldi

Heboh Video Paduan Suara, JYC Meminta Maaf dan Akui Kurangnya Pengetahuan

net

Heboh, Video paduan suara dari Jakarta Youth Choir (JYC) yang digelar di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta, ramai dibahas di media sosial. Video itu juga sempat diunggah di akun Instagram Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Menanggapi perbincangan di media sosial tersebut. Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Zen, telah meminta maaf atas konten video tersebut.

Kemudian, Zen mengatakan, konten tersebut adalah inisiatif dan sumbangan karya dari Jakarta Youth Choir (JYC). Dalam pembuatan konten tersebut, JYC berkolaborasi dengan Jakarta Experience Board (JXB).

"Konten tersebut rencananya ditayangkan pada momen Lebaran untuk memeriahkan Idul Fitri secara virtual. Ada 2 video yang dibuat, yang pertama melantunkan Asmaul Husna dan kedua menyanyikan lagu Lebaran karya Ismail Marzuki," kata Zen dalam keterangannya, Selasa (18/5).

Zen menambahkan, Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, telah menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemprov DKI Jakarta terkait peristiwa ini kepada seluruh warga, khususnya umat Islam yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan video lagu Lebaran dan lantunan Asmaul Husna berlokasi di luar dan di dalam Masjid Istiqlal.

"Tidak ada maksud lain dari adik-adik JYC dalam pembuatan video tersebut, selain untuk menyemarakkan suasana lebaran dan semangat Jakarta sebagai kota kolaborasi. Pak Wagub menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya dan berterima kasih atas masukan dan saran yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta," ujarnya

Menurut Zen, ini suatu pelajaran baginya. Pasalnya, dia akan lebih waspada dan berhati-hati dalam berkarya di kemudian hari

"Ini pelajaran berharga bagi kami. Peristiwa ini telah memberi pelajaran bagi JYC untuk tidak mengulangi hal serupa di kemudian hari," ungkapnya.

Seperti yang disampaikan wakil JYC, Zen juga menegaskan, saat merekam gambar tersebut, tidak ada suara nyanyian atau iringan musik yang dilakukan. Karena, nyanyian tersebut telah direkam sebelumnya di studio. Dan pada pelaksanaannya, ada improvisasi dan inisiatif JYC yang kurang didasari pengetahuan, serta kurangnya pengawasan, sehingga melakukan pengambilan gambar di dalam masjid.

"JYC mengakui memiliki pengetahuan yang kurang perihal ini, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat, terutama umat Islam," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Riza menerangkan, paduan suara di dalam Masjid Istiqlal merupakan usul dari JYC. Riza membenarkan akun instagramnya juga sempat mengunggah ulang video tersebut di akun @arizaPatria. Namun kemudian dihapus.

"Video ini di-posting di akun resmi Pemprov DKI Jakarta nama akunnya @dkijakarta. Namun bukan atas perintah Gubernur maupun Wakil Gubernur sebagaimana pemberitaan yang beredar," kata Riza. [irm]


Komentar Pembaca