Israel Siapkan Ribuan Tentara, Hamas Ancam Lanjutkan Serangan

Internasional  JUMAT, 14 MEI 2021 | 06:50 WIB

Israel Siapkan Ribuan Tentara, Hamas Ancam Lanjutkan Serangan

Faksi bersenjata Palestina Hamas, Kamis (13/5/2021), mengingatkan semua maskapai internasional agar tak menyinggahi bandar udara di Israel. Karena semua bandara di negara Yahudi itu merupakan sasaran serangan roket Hamas. Di sisi lain, Israel sejak kemarin menempatkan ribuan tentaranya ke Perbatasan Gaza.

Dilansir Kantor Berita BBC, Jumat (14/5/2021), Juru Bicara Tentara Israel mengatakan 3.000 tentara cadangan telah dipanggil untuk bersiap.

Menanggapi pernyataan itu, Hamas mengancam akan terus melanjutkan serangan roket dengan mengatakan menghantam kota seperti Tel Aviv lebih mudah dibandingkan meneguk air minum.

Hamas terus meluncurkan roket ke Israel, dengan sirene bergaung di kota-kota Israel namun sejauh ini tak ada korban lebih lanjut. Di Gaza, setidaknya 83 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel sejak serangan terjadi pada Senin (10/05) lalu. Sementara di Israel, tujuh orang meninggal sejauh ini.

Sementara Israel melancarkan ratusan serangan udara, menghancurkan dua blok gedung di Gaza pada Selasa dan Rabu (12/5/2021).

Sekretaris Jendral PBB, António Guterres mengatakan ia "sangat prihatin" atas berlanjutnya kekerasan.

Sebelumnya, Israel menetapkan keadaan darurat di pusat Kota Lod setelah muncul kerusuhan dari warga Arab Israel. Sejumlah mobil terbakar dan ada ayah dan anak - yang dua-duanya warga Arab Israel - tewas saat sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza mengenai mobil mereka.

Korban di Gaza termasuk lima orang dari satu keluarga yang terhantam serangan udara Israel. Jalan-jalan penuh dengan puing bangunan yang hancur dan mobil-mobil yang hancur dan terbakar. Israel mengatakan mereka melakukan serangan untuk membunuh anggota senior Hamas di Gaza.

Sementara itu kemarin, Juru Bicara Hamas mengatakan pihaknya telah menembakkan roket besar ke bandara Ramon Israel dekat Eilat.  Bandara ini menjadi lokasi pengalihan penerbangan penumpang setelah Palestina melakukan gelombang peluncuran roket ke bandara utama Israel dekat Tel Aviv.

Menurut dia, peluncuran roket seberat 250 kilogram (550 pon) dan menuntut agar "semua maskapai penerbangan internasional segera menghentikan penerbangan mereka ke bandara mana pun" di negara Yahudi itu.

Sementara pihak otoritas Israel menyebut Bandara Ramon tidak menjadi target roket Palestina dan beroperasi seperti biasa. [ros]


Komentar Pembaca