TERLALU..Israel Desak PBB Kecam Serangan Palestina di Gaza

Internasional  JUMAT, 14 MEI 2021 | 06:10 WIB

TERLALU..Israel Desak PBB Kecam Serangan Palestina di Gaza

Memang keterlaluan sikap arogan Pemerintah Israel. Di tengah kecamuk serangan pasukan keamanan Israel kepada Palestina, Pemerintahan Netanyahu justru mendesak mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengecam serangan yang dilancarkan dari Jalur Gaza ke arah negara Yahudi itu.

Dilansir Kantor Berita AFP yang dikutip pagi ini, Jumat (14/5/2021), desakan itu disampaikan Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan melalui sepucuk surat kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Dalam surat itu dia menegaskan,"Saya mendesak komunitas internasional untuk juga mengecam serangan oleh kelompok teroris di Jalur Gaza terhadap warga sipil dan pusat-pusat populasi Israel dan mendukung hak dasar Israel untuk mempertahankan diri."

Lebih lanjut Erdan menulis,"Israel tak ingin ada eskalasi. Namun, Israel punya hak dan kewajiban untuk melindungi warga dan kedaulatannya dan akan terus melakukan itu dengan serius."

Sementara itu, PM Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus meningkatkan serangan ke Jalur Gaza.

Faksi Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza tak tinggal diam. Mereka merespon pernyataan Netanyahu itu dengan penegasan, mereka siap jika Israel mau meningkatkan ketegangan.

Dewan Keamanan PBB sendiri sudah menggelar dua pertemuan tertutup untuk membahas peningkatan ketegangan antara Israel dan Palestina dalam sepekan belakangan.

Dalam pertemuan itu, AS sebagai sekutu kuat Israel mencegah upaya DK PBB untuk mengeluarkan pernyataan berisi desakan mengakhiri kekerasan.

Perwakilan AS menyatakan bahwa tim negaranya sudah melakukan diplomasi di balik layar. Menurut AS, pernyataan DK PBB itu akan kontraproduktif dengan upaya negaranya.

Suasana di kawasan tersebut memanas pada Jumat pekan lalu, ketika warga Palestina menyuarakan penolakan mereka atas keputusan Mahkamah Agung Israel.

Putusan itu memungkinkan pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di tanah yang diklaim oleh pemukim Israel.

Situasi makin panas awal pekan ini, saat warga Israel ingin memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati pencaplokan wilayah Yerusalem dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Pencaplokan itu tidak diakui oleh komunitas internasional.

Ratusan warga Palestina lantas menyambangi Masjid Al-Aqsa dan dilaporkan melempari batu ke arah petugas keamanan. Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel pun tak terbendung.

Sejak saat itu, Israel dan Palestina saling serang. Faksi Palestina, Hamas, melontarkan ratusan roket, sementara Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza.[ros]


Komentar Pembaca