Usai Sidang Isbat, Menteri Agama Gelar Jumpa Pers

POLKAM  SELASA, 11 MEI 2021 | 19:40 WIB | Aldi Rinaldi

Usai Sidang Isbat, Menteri Agama Gelar Jumpa Pers

Menteri Agama (Menag) Yaqut Qoulil mengatakan berdasarkan perhitungan hilal, tinggi hilal minus 5 derajat 36 menit samapai 4 derajat 39 menit.

"Artinya posisi Hilal berdasarkan kitab sebuah metode atau cara untuk mengetahui posisi ketinggian Hilal," kata Yaqut dalam Konferensi Persnya secara darring pada Selasa (11/5/2021), di mana Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 Hijrian jatuh pada hari kamis (13/5/20210.

Yaqut menegaskan, seluruh umat Islam di Indonesia khususnya dan masyarakat secara umum bahwa sidang isbat adalah wujud dari fatwa MUI bahwa penetapan 1 Ramadan satu Syawal dan satu Dzulhijjah dilakukan oleh pemerintah yaitu Kementerian Agama.

"Sidang isbat adalah wujud dari fatwa MUI pelaksanaan UU Nomor 2 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa penetapan 1 Ramadan satu Syawat dan Satu Dzulhijah dilakukan kementeri Agama," ujarnya

Perlu diketahui, pemerintah melakukan sidang ini dengan metode Hisab dam Rukyah. Metode inu merpakan metode untuk saling melengkapi kapan jatuhnya 1 Syawal 1442 Hijriah.

Sebelumnya, kata Yaqut menurut laporan dari petugas Kementerian Agama di daerah yang sudah di tempati tidak kurang dari 88 titik mulai dari Aceh sampai Papua sana di 34 provinsi di seluruh wilayah tanah air Indonesia.

"dari 88 titik itu tidak ada yang melaporkan melihat Hilal sebagaimana tadi dilaporkan oleh direktur Urusan Agama Islam dan pembinaan Syariah kementerian agama oleh karena itu berdasarkan hisab posisi Hilal minus dan secara rutin hilal Tidak terlihat maka penetapan 1 syawal Jatuh Pada Kamis13 Mei 2021," tutup menteri Agama itu.[ros]

 


Komentar Pembaca