Pemkot Bekasi Ikut Sinkronisasi Kebijakan Kepala Daerah

EKONOMI  SELASA, 11 MEI 2021 | 21:10 WIB | Giri Sasongko

Pemkot Bekasi Ikut Sinkronisasi Kebijakan Kepala Daerah

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menghadiri rapat koordinasi bersama beberapa Kepala Daerah Sejabodetabekjur di Gedung Balai Kota Pemprov DKI Jakarta kemarin.

Rapat koordinasi tersebut bertema "Sinkronisasi Penyelarasan Kebijakan Antar Kepala Daerah Jabodetabekjur Terkait Upaya Pengendalian Aktivitas Masyarakat Jelang Hari Raya Idul Fitri Dimasa Pandemi Wabah Covid-19".

Adapun poin yang diusulkan oleh Gubernur DKI Jakarta dan telah disepakati Kepala Daerah yang hadir, adalah:

1. Takbiran dilakukan secara virtual, jika dilaksanakan di mushallah atau masjid dengan kapasitas maksimal 10 persen kapasitas dengan tidak lupa menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan tidak diperbolehkan melakukan kerumunan di jalan.

2. Mentiadakan open house usai pasca lebaran, halal bi halal hanya diperbolehkan secara virtual.

3. Penyaluran zakat kepada yang haq dilakukan secara door to door, tidak diperbolehkan melakukan pembagian zakat dengan cara mengumpulkan pada satu titik lokasi, bagi yang membayar zakat diwajibkan untuk tetap menjalani protokol kesehatan.

4. Kegiatan ziarah kubur ditiadakan, mulai hari rabu tanggal 12 Mei sampai dengan 16 Mei, kecuali proses kegiatan pemakaman.

5. Restauran, rumah makan, pusat perbelanjaan, tempat wisata batas operasional sampai pukul 21.00 WIB dengan menerapkan prokes dan kapasitas hanya diperbolehkan maksimal 50 persen.

6. Kawasan wisata hanya diperbolehkan menampung pengunjung dengan batas maksimal 30 persen dan pengunjung yang diperbolehkan hanya warga masyarakat sesuai domisili dengan melakukan reservasi via online terlebih dahulu.

7. Pelaksanaan solat ied yang dilakukan di masjid atau di area terbuka boleh dilaksanakan dengan catatan adanya perketatan protokol kesehatan dan kapasitas jamaah dibatasi hanya 50 persen saja.

"Peraturan tersebut hanya berlaku pada daerah dengan kategori zona hijau, bagi yang berzona merah segala bentuk kegiatan diatas dihentikan sementara," ujar Gubernur DKI Jakarta.

Wakil Wali Kota Bekasi memberikan tanggapan terkait poin-poin yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta.

"Saya kira ini akan menjadi bahan pemikiran, dari hasil rapat koordinasi ini akan saya teruskan kembali kepada Wali Kota Bekasi agar menjadi bahan pertimbangan dalam membuat keputusan," ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Selasa (11/5/2021).

Ia juga menginformasikan kepada Gubernur DKI Jakarta ada sekitar 32 titik pantau yang sudah ditetapkan dari awal mula diterapkan PSBB, ATHB New Normal sampai PPKM Mikro.

"Dari hasil penerapan protokol kesehatan yang kita lakukan di Kota Bekasi, alhamdulillah kini Kota Bekasi sebanyak 98,15 persen daerahnya berada dalam keadaan zona hijau," lanjutnya.

Pemerintah Kota Bekasi beserta jajaran Forkopimpda dan Tiga Pilar akan terus bersinergi dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 di Kota Bekasi, sehingga warga Kota Bekasi aman dari penyebaran wabah Covid-19, dan dalam keadaan 100 persen zona hijau.[ros]

 


Komentar Pembaca