Ngenes, Bupati Nganjuk Berlebaran di Rutan Bareskrim Polri

HUKUM  SELASA, 11 MEI 2021 | 14:40 WIB

Ngenes, Bupati Nganjuk Berlebaran di Rutan Bareskrim Polri

foto/net

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat (NHR) bakal berlebaran di Rutan Bareskrim Polri Jakarta, usai ditetapkannya sebagai tersangka dugaan jual beli jabatan.

"Terhitung mulai hari ini, para tersangka dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri Jakarta," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, seperti dilansir dari jpnn, Selasa (11/5). 

Argo mengungkapkan, bahwa kasus tindak pidana yang melibatkan Bupati Nganjuk tersebut terus didalami. Sebanyak 18 sanksi pun diusut, termasuk para tersangka. 

"Penyidik kemudian melakukan gelar perkara dan disepakati naik status ke penyidikan. Para tersangka lalu dibawa ke Jakarta," katanya. 

Bareskrim sebelumnya telah menetapkan tujuh tersangka dengan peran masing-masing. Sebagai penerima, yakni NRH dan M Izza Muhtadin (MIM) selaku ajudan Bupati Nganjuk. 

Pemberi suap, yaitu Dupriono (DR) selaku Camat Pace; Edie Srijato (ES), Camat Tanjunganom dan Plt Camat Sukomoro; Haryanto (HR), Camat Berbek; Bambang Subagio (BS), Camat Loceret; dan Tri Basuki Widodo (TBW) selaku mantan Camat Sukomoro. 

Para Camat dan mantan Camat ini disangkakan Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Nomor 20 Tahun 2001, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Adapun, Bupati Nganjuk dan ajudannya dikenakan Pasal 5 ayat 2 dan/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12b UU Tipikor. 

"Semua tersangka dikenakan pula Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," kata Argo. 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, terhitung mulai hari ini (Selasa, 11/5), para tersangka ditahan di Rutan Bareskrim Polri Jakarta. 

Tim gabungan Bareskrim Polri dan penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti, berupa uang tunai diduga hasil tindak pidana jual beli jabatan senilai Rp 647,9 juta dari brankas pribadi Bupati Nganjuk, delapan unit telepon genggam, dan satu buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo. 

"Dan ada beberapa dokumen terkait jual beli jabatan," jelas Argo. [mt]. 


Komentar Pembaca