Anies Akan Tutup TPU Seluruh Wilayah Jabodetabek

NASIONAL  SELASA, 11 MEI 2021 | 12:05 WIB | Aldi Rinaldi

Anies Akan Tutup TPU Seluruh Wilayah Jabodetabek

Net

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan soal operasi ketupat Jaya 2021 yang diselenggarakan Polda Metro Jaya akan ada filterisasi dan ada crowd free management antara pukul 18.00 hingga 22.00 wib.

"Sesudah jam 10 malam, maka dijalan-jalan protokol akan dilakukan pembersihan atau pembebasan dari kegiatan lalu lintas", kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Senin (10/5).

Selain itu, Anies menerangkan terkait pembayaran zakat. Menurutnya, pembayaran zakat harus diantar langsung pada penerima sehingga tidak terjadi kerumunan atau antrian para penerima zakat ketempat-tempat penyaluran.

"Zakat diantarkan ke tempat tinggal masing-masing, dibagikan di sana, bagi yang menyetorkan zakat termasuk zakat fitrah harus dilakukan dengan mengikuti prokes (protokol kesehatan)," ujar Anies.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies melarang untuk masyarakat khususnya warga DKI Jakarta agar tidak melakukan aktifitas ziarah kubur. Pasalnya, Anies akan menutup Tempat Pemakaman Umum (TPU) di seluruh Jakararta.

"Kegiatan ziarah kubur ditiadakan mulai 12 Mei sampai dengan hari minggu 16 Mei, seluruh pemakaman dijabodetabek akan ditutup dari pengunjung untuk ziarah," tandasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jakarta itupun akan membatasi jam operasional yang menuai kerumunan seperti resto, rumah makan dan Mall diseluruh wilayah Jabodetabek dengan kapasitas yang sudah ditentukan.

"Resto, rumah makan pusat perbelanjaan tetap membatasi 50 persen dan semua tutup jam 9 malam, di seluruh wilayah Jabodetabek, disepakati tutup di jam yang sama," pungkasnya.

Sementara itu, untuk tempat-tempat wisata di wilayah Jakarta akan beroperasi pada jam yang sama dengan resto dan sebagainya. Namun yang berada hanya aturan pembatasannya dan hanya menerima pengunjung sesuai domisilinya masing-masing sesuai kartu tanda penduduk (KTP).

"Kawasan wisata maksimal pengunjung 30 persen dan hanya menerima pengunjung ber KTP setempat, jadi tempat wisata di Bogor hanya menerima pengunjung dari Bogor, tempat wisata di Jakarta hanya menerima pengunjung ber KTP Jakarta," tutur Anies.

"Itu beberapa kesepakatan yang nanti akan diatur di dalam surat keputusan, surat edara atau seruan oleh masing-masing kepala daerah," sambung mantan menteri pendidikan kebudayaan itu. [Irm]


Komentar Pembaca