Alhamdulillah..Florikultura Indonesia Diekspor ke 20 Negara

EKONOMI  KAMIS, 06 MEI 2021 | 23:40 WIB

Alhamdulillah..Florikultura Indonesia Diekspor ke 20 Negara

Ada kabar yang sangat membesarkan hati masyarakat Indonesia dari Jungle Fest di Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Di sana Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melepas ekspor florikultura dan benih sayuran ke 20 negara.

Komoditas florikultura dan benih sayuran itu diekspor ke 20 negara yaitu Kanada, Inggris, Norwegia, Polandia, Jerman, Perancis, Rusia, Belanda, Amerika Serikat, Mesir, Nigeria, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, India, Hong Kong, dan Selandia Baru.

Pelepasan ekspor hari ini diwakili dua pelaku usaha tanaman hias dengan nilai transaksi bisnis melebihi Rp 70 miliar dalam sehari. Total 25 eksportir terdata secara simultan melakukan pengiriman.

"Ini berkah, bisa ekspor besar-besaran florikultura dan benih sayuran pada Bulan Suci Ramadan," kata SYL, sapaan akrab Syahrul Yasin Limpo.

Pria Makassar, Sulawesi Selatan, itu mengatakan Indonesia telah mengekspor 1,4 juta ton hasil hortikultura ke berbagai negara dengan nilai mencapai USD 1,57 miliar, hanya dalam kurun waktu 2017-2021. Volume ekspor rata-rata tiap tahun berkisar 291 ribu ton.

Angka tertinggi terjadi pada 2018 dengan volume sebesar 435 ribu ton atau setara dengan USD 439 Juta.

"Efeknya luar biasa bagi perekonomian bangsa ini,” ujar SYL.

Kementan mencatat pada 2020 komoditas buah-buahan memberi nilai ekspor tertinggi sebesar USD 390 juta. Diikuti sayuran dan tanaman obat dengan nilai USD 148 juta dan USD 86 juta.

 Sementara itu, Airlangga mengakui keberhasilan ekspor itu membuktikan bahwa kekayaan pertanian termasuk tanaman hias Indonesia diakui dunia.

"Saya mengapresiasi Mentan, eksportir dan pelaku usaha dalam memulihkan perekonomian bangsa," ujar Airlangga di Bogor.

Ketua Umum Golkar itu mengatakan ekspor budi daya tanaman bunga dan hias bisa menjadi andalan perekonomian Indonesia. Apa lagi bisnis florikultura terbuka luas di mancanegara.

Menurut Airlangga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan agar pertanian dikawal dari hulu ke hilir dan mendorong kemudahan ekspor.

"Ini adalah bisnis yang tidak ada batasnya," tutur Eks Menteri Perindustrian. Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, benih jagung manis, benih kangkung, dan kacang panjang termasuk deretan barang yang diekspor.

"Salah satu eksportir benih melaporkan ke kami bahwa untuk 2021 ini total ekspor direncanakan senilai USD 1,3 juta. Pada 1 Mei lalu tercatat 10 ton benih kangkung dan 25 ton kacang panjang diekspor ke Malaysia dengan nilai transaksi senilai USD 44 ribu," kata Prihasto.

Dalam pelepasan ekspor juga turut diserahkan sertifikat SPS, penyerahan KUR kepada 100 debitur senilai Rp 5 miliar oleh BNI serta pemberian santunan kepada anak yatim oleh Mentan SYL.[ros]


Komentar Pembaca