Jelang Idul Fitri, Pempov DKI Kembali Perpanjang PPKM Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Berita  SELASA, 04 MEI 2021 | 14:15 WIB | Aldi Rinaldi

Jelang Idul Fitri, Pempov DKI Kembali Perpanjang PPKM Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

foto/net

Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mengendalikan laju kasus positif COVID-19, terutama jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah. Melihat dua minggu terakhir jumlah kasus aktif di Ibu Kota fluktuatif, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 17 Mei Mendatang.

Hal itu berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 558 Tahun 2021dan intruksi Gubernur no 27 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro Tingkat RT. Keputusan ini dilakukan guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus aktif menjelas dan pasca lebaran.

Dalam dua minggu terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mendapatkan data peningkatan kasus aktif yang fluktuatif, dimana pertanggal 3 Mei mengalami peningkatan menjadi 7.027 kasus aktif.

Meskipun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, situasi masih  terkendali, karena ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta masih mencukupi, lantaran persentase keterisiannya menunjukkan penurunan.

"Pada 3 Mei jumlah kapasitas ICU ada 1.027 dan terisi 425 atau terisi 41%. Masing-masing ada penurunan 3% di tempat tidur Isolasi dan 6% untuk ICU, sehingga bisa dialihkan untuk pasien non COVID-19," Kata Widya dalam keteranggannya, Selasa (4/5).

Widyastuti mengingatkan masyarakat, agar tetap disiplin protokol kesehatan, terutama saat minggu akhir Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. Hal ini disampaikan karena adanya kenaikan kasus aktif di klaster perkantoran. 

Disamping itu Pemprov DKI juga telah mengizinkan warga beribadah di Masjid selama bulan Ramadhan, dengan kapasitas 50 persen bangunan.

"Semoga warga Jakarta tetap mematuhi 3M termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Padahal, sebulan yang lalu jumlah yang terpapar kasus positif kurang dari seribu dari jumlah saat ini. Kita ingin kolaborasi di setiap lapisan masyarakat harus solid, untuk menekan angka penyebaran ini," ujar Widyastuti.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan arahan kepada suluruh jajarannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berpotensi pada kenaikan laju kasus aktif, baik itu menjelang maupun pasca hari raya Idul Fitri.

"Ini semua kita lakukan agar potensi kenaikan kasus sebelum lebaran bisa diminimalisir. Namun, pasca lebaran kita tidak boleh lengah, karena berkaca pada masa sebelum pandemi, banyak terjadi mobilisasi dari daerah ke Ibu Kota," kata Anies dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Hal ini diupayakan dengan mempersiapkan regulasi dalam berbagai hal, seperti pengendalian jumlah pengunjung di berbagai pasar di Jakarta, mengawasi area perkantoran, serta memastikan kegiatan peribadatan selama Ramadhan hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri sesuai protokol kesehatan.

"Kami mempertimbangkan untuk mengizinkan pelaksanaan shalat Ied di area terbuka, karena mudah untuk mengatur jaraknya. Regulasinya nanti sesuai dengan arahan Surat Edaran Sekda DKI. Jika kondisinya memungkinkan, semoga kita bisa istiqomah menjaga protokol kesehatan agar ikhtiar kita ini bisa berjalan dengan lancar," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. [mt]


Komentar Pembaca