Kebebasan Pers untuk Memerdekakan Masyarakat dari Kebodohan Informasi

Berita  SELASA, 04 MEI 2021 | 11:04 WIB | Aldi Rinaldi

Kebebasan Pers untuk Memerdekakan Masyarakat dari Kebodohan Informasi

ilustrasi

Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid menegaskan Peringatan World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Sedunia harus menjadi momentum bagi pers Indonesia untuk kembali kepada tujuan bernegara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kebebasan Pers menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan tujuan bernegara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya.

Dalam hal ini, Jazilul mengatakan Hari Kebebasan Pers juga harus dimaknai dengan kebebasan pers untuk memerdekakan masyarakat dari kebodohan informasi.

"Pers harus membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kezaliman," ujarnya

Lebih lanjut, Politisi asal PKB itu berharap agar pers Indonesia dapat kembali kepada khittah-nya yaitu mengungkap dan menyajikan kebenaran kepada masyarakat

"Pers harus bebas dari kecurangan, hoaks, dan fitnah," pungkasnya.

Perlu diketahui, tujuan peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional setiap tanggal 3 Mei ini adalah untuk merayakan hari kebebasan pres dunia, dan untuk menyuarakan perlindungan media dari ancaman atas kebebasan mereka, serta untuk mengenang para jurnalis yang kehilangan nyawa dalam bertugas.

Kemudian, di Indonesia sendiri masih banyak isu kebebasan berpendapat dan berekspresi di media yang perlu ditangani terkait dengan kriminalisasi menggunakan UU ITE, terutama selama pandemi.

Hak mendapat perlindungan juga perlu diperhatikan terutama untuk memperoleh berita demi masyarakat yang lebih demokratis.

Sebelumnya, Menurut laporan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers tahun 2020, kasus kekerasan terhadap jurnalis meningkat tajam. Terjadi 117 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 79 kasus.

Oleh sebab itu, pada peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei ini penting menjadi momentum untuk bersuara lebih keras. [irm]


Komentar Pembaca