Suasana Kampung Ramadhan Kembali Bisa Dinikmati di Quba Front, Madinah

Kabar Tanah Suci  SELASA, 04 MEI 2021 | 06:45 WIB

Suasana Kampung Ramadhan Kembali Bisa Dinikmati di Quba Front, Madinah

foto/net

Jalur pejalan kaki di Madinah yang menghubungkan Masjid Nabawi dan Masjid Quba, telah menyatukan keluarga untuk menikmati suasana Ramadhan.

Setelah setahun acara publik yang dibatasi karena adanya pembatasan akibat pandemi virus Corona (COVID-19), orang-orang di seluruh Kerajaan Arab Saudi sangat bersemangat untuk menikmati bulan suci dengan bepergian dan berjalan-jalan bersama orang yang mereka cintai.

Ramadhan bahkan lebih spesial bagi mereka yang berada di Kota Madinah, salah satu dari dua kota suci Islam di Arab Saudi.

Jadat Quba (Quba Avenue) adalah nama masjid Islam pertama, dimana Nabi Muhammad (SAW) meletakkan batu fondasinya ketika beliau pertama kali tiba di Yathrib, yang sekarang dikenal dengan nama Madinah, setelah hijrah dari Kota Makkah.

Keluarga dan teman-teman mulai berdatangan dengan melalui jalan setapak sepanjang tiga kilometer, hingga kemudian ditemukan sebuah ruang yang dipenuhi dengan truk makanan dan kios perbelanjaan, yang memenuhi setiap keinginan dan selera para pengunjung. 

Sementara halaman terbuka Quba Front, juga menawarkan berbagai tempat nongkrong, seperti kafe, gerai perbelanjaan, dan karnaval yang ramah keluarga. Semua area tersebut dihiasi dengan lampu bertema Ramadhan.

Menurut CEO NICE, perusahaan sosial yang mengembangkan Quba Front, Ahmed Sadat, bahwa Quba Front telah dikunjungi sedikitnya 45.000 pengunjung dalam satu hari, ketika dibuka pertama kali pada Januari lalu.

Dia mengatakan, ruang depan pertama adalah alun-alun dekat Masjid Nabawi dan itu merupakan area yang sangat penting, karena disini terdapat pusat perbepanjaan yang menyediakan produk-produk dengan merk lokal. 

Ada juga ruang untuk keluarga dengan bisnis berbasis rumahan, dengan lebih dari 120 keluarga yang didukung sejauh ini.

"Yang istimewa tentang Quba Front adalah Anda akan selalu menemukan sesuatu yang berbeda, ketika Anda berkunjung," kata Sadat, seperti dikutip dari ArabNews.

Gala Al-Motlq menjelaskan mengapa area karnaval tempat dia bekerja itu begitu istimewa.

"Saya telah bekerja di sini selama tiga bulan, dan sejujurnya itu adalah tiga bulan terbaik dalam hidup saya," kata Al-Motlq.

Siswa SMA, Nafisah Nafea memuji upaya pemerintah yang telah memberikan tempat bagi keluarga di tempat umum yang tertata dengan baik. 

"Banyak yang telah dilakukan dan berubah di daerah ini," katanya.

"Saya dan keluarga biasanya menghindari daerah ini sebelum pembangunan terjadi karena lalu lintas. Tapi sekarang benar-benar telah berubah, ini pasti akan mendorong orang-orang dari Madinah dan luar Madinah untuk mengunjungi Quba. Perkembangan ini luar biasa, area hiburan, kafe, dan restoran, semuanya berkualitas tinggi," tambahnya. 

Nafisa sangat menyukai Quba Front dan berencana akan membawa teman-temannya ke tempat tersebut. 

"Saya dan keluarga bukanlah tipe orang yang sering keluar di bulan Ramadhan,tetapi sekarang setelah melihat perkembangan ini, sepertinya kami akan mengubah cara lama kami, yakni Kami akan keluar dan melihat banyak orang di sini," ujar Nafisa.

Abdulmajeed Al-Harbi (27), juga senang dengan suasana indah Ramadhan yang kini kembali ditemui di kota Madinah.

"Suasana di sini istimewa, kami kehilangan tahun lalu, dan mereka benar-benar kalah tahun ini, dari pengorganisasian hingga kegiatan yang tersedia dan suasana Ramadhan secara keseluruhan," katanya. 

"Saya selalu datang ke sini setiap minggu sejak dibuka. Saya sangat menikmati ragam toko, kafe, dan aktivitas di sini. Quba Front menghadirkan semua opsi ini di satu area," ujar Siswa SMA Jeddah, Reeman Bakkar, yang mengunjungi Madinah, dan mengatakan Ramadhan adalah bulan favoritnya. [mt]


Komentar Pembaca