Washington Bantah Laporan Media Iran yang Mengatakan AS Setuju Bertukar Tahanan

Internasional  SELASA, 04 MEI 2021 | 03:50 WIB

Washington Bantah Laporan Media Iran yang Mengatakan AS Setuju Bertukar Tahanan

foto/net

Televisi pemerintah Iran melaporkan pada Minggu (2/5), bahwa Teheran akan membebaskan empat orang Amerika yang dituduh melakukan mata-mata dengan imbalan empat orang Iran yang ditahan di Amerika Serikat dan pembebasan $ 7 Miliar (kurang lebih Rp 101 Triliun) dana Iran yang dibekukan.

Namun pemerintah AS membantah, bahwa pertukaran sedang dalam proses pengerjaan. TV pemerintah, mengutip seorang pejabat Iran, juga mengatakan, bahwa warga negara Inggris-Iran, Nazanin Zaghari-Ratcliffe akan dibebaskan setelah Inggris melunasi hutang peralatan militer kepada Teheran.

Seorang pejabat Kantor Luar Negeri Inggris, mengecilkan laporan itu. 
Iran dan kekuatan dunia sedang mengadakan pembicaraan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkan Washington tiga tahun lalu.

Para pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bulan lalu, bahwa kesepakatan sementara bisa menjadi cara untuk mendapatkan waktu penyelesaian abadi yang melibatkan pencairan dana Iran yang diblokir di bawah sanksi AS.

"Sumber informasi mengatakan, pemerintah Biden telah setuju untuk membebaskan empat tahanan Iran yang dipenjara karena melanggar sanksi AS dengan imbalan empat 'mata-mata' Amerika," kata laporan TV pemerintah Iran pada Minggu (2/5).

"Pelepasan Nazanin Zaghari dengan imbalan pembayaran utang Inggris sebesar 400 juta pound ke Iran, juga telah diselesaikan. Sumber itu juga mengatakan pemerintahan Biden telah setuju untuk membayar Iran $ 7 miliar," katanya.

Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price mengatakan kepada Reuters: "Laporan bahwa kesepakatan pertukaran tahanan telah dicapai tidak benar."

"Seperti yang telah kami katakan, kami selalu mengangkat kasus orang Amerika yang ditahan atau hilang di Iran. Kami tidak akan berhenti sampai kami dapat menyatukan kembali mereka dengan keluarga mereka," tambahnya.

Ron Klain, kepala staf Gedung Putih, juga membantah laporan tersebut. 

"Sayangnya, laporan itu tidak benar. Tidak ada kesepakatan untuk membebaskan keempat orang Amerika ini," kata Klain di CBS di acara 'Face the Nation'. 

Teheran dan negara-negara besar telah bertemu di Wina sejak awal April untuk mengerjakan langkah-langkah yang harus diambil, menyentuh sanksi AS dan dugaan pelanggaran Iran atas kesepakatan 2015, untuk membawa Teheran dan Washington kembali ke kepatuhan penuh dengan perjanjian tersebut.

Iran mengatakan $ 20 miliar dari pendapatan minyaknya telah dibekukan di negara-negara seperti Korea Selatan, Irak, dan China di bawah sanksi AS sejak 2018.

Penasihat keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, berbicara di "This Week" ABC pada Minggu (2/5), mengatakan tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan Iran di Wina.

"Masih ada jarak yang cukup untuk ditempuh untuk menutup celah yang tersisa," ujarnya. 

"Dan celah itu adalah tentang sanksi apa yang akan ditarik kembali oleh Amerika Serikat dan negara lain. Mereka membahas pembatasan nuklir yang akan diterima Iran dalam programnya untuk memastikan bahwa mereka tidak akan pernah bisa mendapatkan senjata nuklir," tambah Jake. [mt]


Komentar Pembaca