Usir Jamaah Bermasker, Abdul Rahman Minta Maaf

POLKAM  SENIN, 03 MEI 2021 | 16:50 WIB | Giri Sasongko

Usir Jamaah Bermasker, Abdul Rahman Minta Maaf

Sempat beredar video viral seorang pria bernama Roni Oktavianto ingin melaksanakan ibadah shalat di Masjid Al-Amanah di Jalan Kp. Tanah Apit, RT 02, RW 09 Kelurahan Medansatria, Kecamatan Medansatria Kota Bekasi, diusir karena mengunakan masker berakhir damai dan saling meminta maaf.

Roni diusir Ketua DKM Ustaz Abdul Rahman saat hendak shalat Zuhur pada Selasa, 27 April 2021 pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Medansatria Kompol Agus Rohmat dan Camat Medasatria Lia Erliani langsung melakukan mediasi antara kedua pihak setelah pihaknya menerima laporan dari Roni di hari yang sama.

Kompol Agus Rohmat mengatakan, jajarannya telah menegur dan mengimbau kepada pengurus DKM Masjid Al-Almanah agar tidak melarang jemaah untuk menggunakan masker saat melakukan ibadah shalat karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid- 19.

"Disiplin menggunakan masker merupakan langkah protokol kesehatan 5M menghindari penyebaran Covid-19," terangnya.

Sambung dia, kesepakatan yang dicapai kedua belah pihak, yakni sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan musyawarah, pihak DKM tidak akan melakukan pelarangan lagi dalam penggunaan masker di Masjid Al-Amanah.

"Serta dibuatkan surat kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak," lanjutnya.

Sementara Roni Oktavianto dalam mediasi tersebut menjelaskan, dirinya mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dan membuat dirinya tersinggung, karena diusir lantaran menggunakan masker  dalam masjid.

Atas perlakuan ini, ia melaporkan aduan ke kepolisian dengan harapan agar pihak DKM masjid lebih memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dan kejadian pengusiran tidak kembali terjadi pada jamaah lain yang mau beribadah.

Dari laporan yang diterima saat mediasi tersebut, Ketua DKM Masjid Al Amanah, Ustaz Abdul Rahman, menyampaikan permohonan maafnya kepada bapak Roni atas kejadian pengusiran dan ia menilai tindakannya tersebut bukan bermaksud kasar.

Ia menegaskan di Masjid Al-Amanah menerapkan peraturan larangan masker di Masjid karena tidak ingin menyamakan masjid dengan pasar. Ia yakin bahwa Allah SWT melindungi kita semua yang berada di dalam masjid.

Atas kejadian viral dan adanya laporan kepada kepolisian ini, kedepannya ia tidak akan melarang lagi penggunaan masker di dalam masjid karena merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Hal ini juga disampaikan Ustaz Abdul Rahman saat memberikan testimoninya disaksikan Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal dan Danramil 01/Kranji, Mayor Inf. Choirul Anam dan Camat Medansatria, Lia Erliani.

Dalam testimoninya, Ustaz Abdul Rahman menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya terlebih kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat Medansatria khususnya. Setelah pertemuan dan mediasi ini, pihaknya siap mentaati yang digariskan pemerintah terkait protokol kesehatan memakai masker dan mengatur jarak. Semoga kejadian ini ada hikmahnya untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan kita bersama.

Sementara itu, Camat Medansatria Lia Erliani mengatakan, pihaknya mendapatkan dua laporan pengaduan pelarangan pengunaan masker di Masjid Al-Amanah.

Pertama kejadian yang dialami Bapak Roni pada 27 April 2021 dan laporan warga yang diterima Tim Lapor Covid-19 Kota Bekasi pada 14 April 2021 terkait pelanggaran protokol kesehatan tidak menjaga jarak saat shalat tarawih berjamaah di Masjid Al-Amanah dan pengusiran warga yang memakai masker.

Pihak kecamatan Medansatria, unsur Polsek dan petugas pamor telah melaksanakan imbauan kepada ketua DKM Masjid Al-Amanah.[ros]


Komentar Pembaca