Korban Eksploitasi Harus Setor Rp30 Ribu Pada Nenek, Jika Tidak Akan Dipukul

Tentang Sumsel  KAMIS, 29 APRIL 2021 | 14:25 WIB | Irmayani

Korban Eksploitasi Harus Setor Rp30 Ribu Pada Nenek, Jika Tidak Akan Dipukul

net

SY (46), wanita paruh baya yang sempat viral lantaran aksi eksploitasinya terhadap sang cucu, TK (8), kini mendekam di sel tahanan. Sang bocah kini sudah dalam kondisi yang lebih baik dan diserahkan ke Dinas Sosial.

“Ya sebelumnya, sekitar dua minggu lalu kita sudah mengamankan bocah laki-laki adik dari TK,” kata seorang petugas Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan di Polrestabes Palembang, Rabu (28/4/2021).

Kedatangan petugas Dinas Sosial itu bermaksud menerima penyerahan dari Polrestabes Palembang untuk memberikan perlindungan terhadap sang bocah.

“Sang bocah (TK) akan kita tempatkan di rumah ‘aman’ Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.

Kepada polisi, pelaku SY (46), hanya bisa mengakui bahwa ia baru satu minggu belakangan menyuruh cucunya mengemis di simpang lampu merah Charitas, Palembang.

“Baru seminggu, karena sekolah dari rumah (online). Saya menyesal,” katanya sedih.

Sementara, korban TK mengaku, dirinya setiap hari harus setor uang sekitar Rp30 ribu kepada neneknya itu, jika setoran kurang maka dia akan dipukul dan dijambak rambutnya.

“Sehari aku disuruh ngumpulkan duit Rp30 ribu. Kalau kurang aku dimarah dipukul” jelasnya.

Sebelumnya, Polisi menangkap wanita paruh baya berinisial SY (46) di Palembang karena terlibat kasus eksploitasi anak dengan cara memukuli cucunya yang berusia 8 tahun di pinggir jalan dan terekam kamera warga.

“Benar anggota PPA Satreskrim menangkap seorang wanita pelaku ekploitasi anak,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira dilansir Sumsel24.com.

Irvan menyebut, usai mendapat informasi terkait beredarnya video aksi pemukulan yang dilakukan pelaku terhadap korban pihaknya langsung mendatangi TKP dan menangkap pelaku serta mengamankan korban.

“Tadi sore sudah diamankan kita bawa ke Mapolrestabes. Saat ini masih diperiksa intensif,” kata Irvan.

Kejadian eksploitasi anak itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Simpang Lampu Merah Charitas, Ilir Timur I, Palembang, Rabu (28/4) sekitar pukul 12.30 Wib.

“Saat itu korban disuruh pelaku meminta-minta uang di jalan tepatnya lampu merah simpang charitas. Korban memberikan uang hasil meminta-minta di jalan kepada pelaku,” kata PS Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi.

Karena uang tersebut diduga sedikit, kata dia, pelaku merasa kesal dan melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala korban dan menjambak rambut korban sehingga korban kesakitan dan menangis.

“Pelaku ini kesal uang yang diberikan korban sedikit. karena itulah pelaku nekat melakukan aksi kejamnya terhadap korban hingga korban menangis,” terangnya. [irm]


Komentar Pembaca