Dua Terminal Ini Tetap Beroperasi Saat Ada Larangan Mudik

NASIONAL  RABU, 28 APRIL 2021 | 13:15 WIB | Sunarya Sultan

Dua Terminal Ini Tetap Beroperasi Saat Ada Larangan Mudik

Foto/net

MoeslimChoice | Dua terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP) diputuskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap beroperasi selama periode larangan mudik Lebaran 2021 berlaku. Terminal tersebut yakni Terminal Pulogebang dan Terminal Kalideres.

"Yang dibuka hanya terminal Pulogebang dan Kalideres," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Pada sebelumnya, Pemprov DKI berencana hanya membuka Terminal Pulogebang di Jakarta Timur dan menutup tiga terminal bus AKAP lainnya selama larangan mudik berlaku.

Namun, kata Syafrin, setelah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pihaknya membuka Terminal Kalideres. Sebab, pergerakan orang ke wilayah barat juga perlu difasilitasi.

"Dari hasil koordinasi terakhir dengan Kementerian Perhubungan bahwa pergerakan untuk ke wilayah barat itu juga perlu difasilitasi, sehingga letak terminal yang ideal ada di Kalideres," jelasnya.

Menurut Syafrin, mobilitas warga selama masa larangan mudik di dua terminal tersebut harus disertai dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Sebagai informasi, SIKM merupakan syarat warga melakukan perjalanan dalam negeri selama masa larangan mudik.

SIKM hanya berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai swasta yang memiliki kepentingan perjalanan dinas. Kemudian, SIKM hanya ditujukan untuk perjalanan dengan keperluan mendesak seperti kunjungan keluarga sakit; kunjungan duka anggota keluarga meninggal; ibu hamil didampingi oleh satu orang anggota keluarga, hingga kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

"Tentu pada saat bus itu akan berjalan, itu dibekali dengan surat jalan. Bahwa bus ini mengangkut perjalanan yang dikecualikan. Pada saat sampai di lokasi penyekatan, itu petugas kepolisian ketika lihat surat jalan dan dihitung penumpangnya sesuai dengan surat jalan," terang Syafrin.

"Bahkan bisa saja dilakukan sampling untuk dites bener enggak yang bersangkutan salah satu penumpang atau seluruhnya dibekali dengan SIKM dari kelurahan," demikian lanjut dia. [ary]


Komentar Pembaca