Cegah Bertambahnya Angka Kemiskinan, DPRD Harap Kebijakan Gubernur Anies Tak Terlalu Ketat

BERITA  SELASA, 20 APRIL 2021 | 23:15 WIB | Aldi Rinaldi

Cegah Bertambahnya Angka Kemiskinan, DPRD Harap Kebijakan Gubernur Anies Tak Terlalu Ketat

foto/net

Ketua Komisi E DPRD DKI, Iman Satria berkomentar terkait melonjaknya angka kemiskinan di DKI Jakarta, akibat wabah virus corona. 

Iman meminta kepada Gubernur Anies Baswedan untuk melakukan stimulus dengan membuka lapangan baru dan bukan hanya memberikan bantua sosial (bansos) bagi warga yang terdampak COVID-19.

"Persoalan-persoalan yang ada di lapangan itu sesuatu yang penting, yang kita sorotin. Makanya pak Anies memutuskan PJLP-PJLP itu tidak ada direview, tetap diperpanjang," ucap Iman di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (20/4).

Iman mengatakan, mempertahankan karyawan kontrak dengan tidak melakukan evaluasi merupakan upaya yang tepat untuk tidak memperparah angka kemiskinan di Ibu Kota.

Lanjutnya, Iman mengatakan, Kebijakan ini sudah dilakukan Gubernur Anies Baswedan untuk memperbaiki ekonomi warga Jakarta.

"Padahal, PJLP itu kan direview, dilihat kinerjanya, kalau dia tidak perform kan tidak diperpanjang. Tetapi pak Anies perlunakkan supaya angka kemiskinan tidak turun lagi," ucapnya.

Sementara itu, politikus Gerindra ini juga menegaskan, hak itu suatu yang lumrah jika angka kemiskinan melonjak dengan munculnya wabah corona. Mengingat pemerintah sendiri telah mengeluarkan kebijakan, yang membatasi warga dan banyak juga bidang usaha yang belum dibuka guna menekan penyebaran dan penemuan klaster-klaster baru terkait kasus COVID-19.

"Kita berharap kebijakan dari Pak Anies tidak terlalu ketat, restoran boleh buka dan lain-lain, itu kan juga memberdayakan mereka, feed back ke kita, income untuk PAD kan bertambah, otomatis ekonomi baik gitu. Kalau angka kemiskinan itu, pasti banyaklah dampaknya dari covid," tandas Iman.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, pada Senin (19/4) kemarin. 

Dalam LKPJ, Anies menyebutkan bahwa angka kemiskinan di ibu kota meningkat, hal itu terjadi akibat imbas dari pandemi COVID-19.

Diketahui, berdasarkan data, penduduk miskin di Jakarta pada September 2020 tercatat sebesar 496,84 ribu orang atau 4,69 persen. Jumlah ini terlihat meningkat dibanding jumlah penduduk miskin Jakarta pada periode September 2019 yang berada di angka 362,30 ribu orang atau sebesar 3,42 persen. 

"Pandemi COVID-19 menjadi faktor penyebab kenaikan jumlah penduduk miskin di ibu kota," tegas Anies. [mt]


Komentar Pembaca