Cegah Virus Varian Baru, Prancis Larang Masuk Turis Asal 4 Negara Ini

Internasional  SENIN, 19 APRIL 2021 | 22:00 WIB

Cegah Virus Varian Baru, Prancis Larang Masuk Turis Asal 4 Negara Ini

foto/net

Prancis memberlakukan pembatasan masuk alias pelarangan bagi para wisatawan dari empat negara, yaitu Argentina, Chili, Afrika Selatan, dan Brasil guna mencegah varian virus corona yang dianggap cepat menular masuk negara itu, kata pemerintah Prancis dalam sebuah mengumumkan, Senin (19/4).

Pembatasan tersebut termasuk karantina wajib 10 hari dengan pemeriksaan oleh polisi untuk memastikan orang yang tiba di Prancis mematuhi persyaratan tersebut. Wisatawan dari keempat negara itu akan dibatasi untuk warga negara Prancis dan keluarganya, warga negara UE, dan lainnya yang memiliki rumah permanen di Prancis.

Prancis sebelumnya juga telah menutup semua penerbangan dari Brasil. Dan penutupan akan dicabut pada Sabtu (24/4) depan, setelah 10 hari ditutup, dan pembatasan baru secara bertahap akan diberlakukan kata pemerintah.

Penutupan penerbangan untuk Brasil akan dicabut, namun diikuti dengan "tindakan drastis" yakni pelarangan untuk memasuki Prancis dari keempat negara, ditambah wilayah Guyana Prancis, kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian.

"Empat negara itu adalah yang paling berbahaya dalam hal jumlah kasus covid-19 varian baru dan evolusi pandemi di negara-negara tersebut," kata Le Drian Sabtu (17/4) di stasiun televisi France 3.

Daftar negara yang diberlakukan dengan pelarangan bagi para turis atau wisatawan yang lebih ketat dapat diperpanjang, katanya.

Melalui batasan baru tersebut, wisatawan atau turis harus memberikan alamat yang jelas, di mana mereka berencana akan tinggal selama periode karantina selama 10 hari, dan polisi akan memeriksa dan mendenda, jika mereka melakukan pelanggaran, kata pemerintah.

Bersamaan dengan karantina wajib, Prancis juga mewajibkan melakukan tes yang sangat ketat untuk virus corona.

Para Wisatawan harus menunjukkan bukti tes PCR negatif, yang dilakukan kurang dari 36 jam, bukan 72 jam sebelum mereka naik pesawat, atau tes antigen negatif kurang dari 24 jam.

Virus varian baru yang pertama kali diidentifikasi di Inggris, telah menyebar ke benua Eropa, dan sekarang bertanggung jawab atas sekitar 80 persen kasus virus yang saat ini berkembang di Prancis.

Sedangkan varian baru yang pertama kali terlihat di Brasil dan Afrika Selatan telah berkembang kurang dari 4 persen dari infeksi di Prancis, Menteri Kesehatan, Olivier Veran mengatakan minggu lalu. [mt]


Komentar Pembaca