Terkait Reshuffle Kabinet, Ujang Komarudin: Menteri Pendidikan Seharusnya dari Muhammadiyah

POLKAM  SENIN, 19 APRIL 2021 | 14:50 WIB | Aldi Rinaldi

Terkait Reshuffle Kabinet, Ujang Komarudin: Menteri Pendidikan Seharusnya dari Muhammadiyah

foto/net

Peleburan antara Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset Teknologi (Kemenristek) membuat kontraproduktif di masyarakat. Pasalnya, santer terdengar bahwa Menteri Pendidikan akan terkena reshuffle di kabinet Jokowi jilid dua ini.

Pengamat politik, Ujang Komarudin, berkomentar terkait isu reshuffle di kubu kabinet Jokowi-Amin. Menurutnya, jika terjadi peleburan dua kementerian bakal ada satu Menteri yang akan hilang.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan, melihat kinerja Nadiem (Makarim) yang tidak bagus semestinya harus diganti.

"Persoalan Nadiem, melihat kinerjanya kontroversial enggak cakap enggak bagus, semestinya diganti. Cuma, penilaian objektif. Jika ada subyektif penilaian politis bisa juga tidak," kata Ujang kepada wartawan Moeslimchoice.com, Sabtu (17/4).

Ujang menilai, yang ada di dalam Menteri Pendidikan itu seharusnya berlatar Muhammadiyah, karena orang Muhammadiyah banyak yang mengerti persoalan Pendidikan.

"Tradisi Menteri Agama dari NU terjadi lagi sebelumnya tidak. Kemedikbud sama juga Menteri Muhamadiyah itu hilang karena ada Nadiem. Maka dikembalikan lagi ke Muhamadiyah," tandas pengamat politik asal Universitas Al-Azhar itu.

Ujang menjelaskan, tradisi dalam Menteri Pendidikan sudah hilang karena diambil dari Nahdatul Ulama (NU). Pasalnya, sejarah pendidikan berawal dari Muhammadiyah. Kontruksinya Desember tahun lalu reshuffle itu ketika banyak kritikan Menteri Agama bukan dari NU.

"Sebelum bangsa ini ada, Muhammadiyah sudah ada. Pendidikan Muhammadiyah lah," tambahnya. [mt]


Komentar Pembaca