Terkait Pembentukan Poros Islam, Ujang Komarudin: Itu Teramat Sulit, Muhasabah Dulu

POLKAM  MINGGU, 18 APRIL 2021 | 16:35 WIB | Aldi Rinaldi

Terkait Pembentukan Poros Islam, Ujang Komarudin: Itu Teramat Sulit, Muhasabah Dulu

foto/net

Rencana pembentukan Poros Islam yang didalamnya partai-partai berbasis Islam seperti PKB, PKS, PPP terus menuai reaksi dari berbagai kalangan. Pasalnya, sejauh ini hanya PAN yang menolak dan menyebut Poros Islam untuk Pemilu 2024 kontraproduktif.

Pengamat politik asal Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin berkomentar soal rencana pembentukan Poros Islam. Menurutnya, itu teramat sulit, ketika bicara persatuan di partai-partai Islam itu akan sulit terwujud.

"Bagaimana formulasinya, siapa tokoh-tokoh dan figur yang diusungnya, lalu siapa tokoh-tokoh pemimpin koalisinya, nah ini menjadi pertanyaan yang penting bagi rakyat," kata Ujang kepada wartawan Moeslimchoice.com, Sabtu (17/4).

Lanjutnya, Ujang mengatakan, partai-partai Islam saat ini hanya mementingkan keegoisan semata untuk kelompok dan partainya sendiri.

"Kelompok dan partainya itu lebih dominan dari pada soal persatuan partai poros Islam itu," ucap Ujang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini juga mengatakan, Meskipun PKB sebagai partai Islam yang mendapatkan suara terbanyak dan siap untuk memimpin poros tersebut jika dibentuk.

"PKB siap. Tapi persoalannya PKS dan PPP siap tidak dipimpin PKB. Ini aja sesuatu yang rumit. PKS juga tak mungkin mau dipimpin PKB," ujar Ujang saat diwawancarai melalui telepon oleh Moeslimchoice.com, Sabtu (17/4).

Ujang menambahkan, banyak persoalan yang melilit partai Islam, sehingga menjadi permanen. 

"Karena gini, kalau sudah bicara kepentingan umat, kalau sudah bicara kepentingan negara, maka hidup mereka akan dihibahkan untuk itu, bukan menjaga keegoisan tadi, jalan masing-masing, ini yang membuat partai-partai Islam ini tidak pernah bersatu, ini sebuah kerugian bagi umat Islam karena tidak ada partai Islam yang kuat," sambungnya.

Terakhir, ujang mengingatkan, "untuk partai harus Muhasabah dulu. Muhasabah di antara internal mereka dulu, lalu mengkoreksi diri dulu, lalu membuat formulasi seperti apa." [mt]


Komentar Pembaca