PBNU Desak Polri Segera Tangkap Jozeph Paul Zhang

POLKAM  MINGGU, 18 APRIL 2021 | 12:10 WIB

PBNU Desak Polri Segera Tangkap Jozeph Paul Zhang

Jozeph Paul Zhang mendadak jadi perhatian publik, gara-gara ulah tak terpujinya menista agama Islam. Dia berani-berani mengaku dirinya Nabi Ke-26, yang meluruskan ajaran Nabi Ke-25, lalu melecehkan Tuhan.

Atas pernyataan Jozeph yang diunggah di akun YouTube Jozeph Paul Zhang itu, Sabtu (17/4/2021), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras dan menilai pernyataannya mencederai keyakinan dan ajaran umat Islam.

Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini, dalam keterangan tertulis yang diterima Moeslimchoice.com, Minggu (18/4/2021), menyatakan:
Mengecam keras pernyataan yang mencederai keyakinan dan ajaran umat Islam. Pernyataan yang dilakukan oleh Joseph Paul Zhang masuk ke dalam penghinaan terhadap keyakinan umat Islam

PBNU mendesak Polri segera menangkap Jozeph Paul Zhang. Dia juga meminta agar umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang di luar koridor hukum yang berlaku.

Meminta aparat keamanan, dalam hal ini Polri untuk segera melalukan langkah konkret mengusut dan menangkap Joseph Paul Zhang atas perbuatannya tersebut.

Meminta kepada umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi melalukan hal-hal yang di luar koridor hukum yang berlaku. Mari kita senantiasa menjaga bulan suci Ramadhan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Salah satunya, saling menghargai dan menghormati keyakinan umat beragama.

Seperti diberitakan Moeslimchoice.com sebelumnya, Jozeph Paul Zhang mendadak viral di media sosial karena sayembaranya  menantang masyarakat untuk melaporkannya ke polisi karena dia mengaku sebagai Nabi Ke-26.

Pernyataan itu disampaikan Jozeph forum diskusi via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya, di mana ia Forum Zoom 'Puasa Lalim Islam' dengan menyapa peserta di beberapa belahan dunia sebagai berikut:

Shalom yang ada di Afrika, di Rusia, Amerika, Kanada, ya Amerika sudah masuk. Yang ada di New Zealand, Australia, shalom semua, rahayu. Yang ada di Kamboja. Juga di Thailand, Korea luar biasa ya rombongan para nabi internasional. Tadi yang dari Kamboja mau daftar nomor 29. Saya suruh ambil nomor antrean dulu di Munchen.

Tema kita hari ini puasa lalim Islam. Luar biasa, lu yang puasa, gua yang laper! Ha-ha-ha.... Gubrak, gubrak. Password seperti biasa ya, buka jus jus jus gubrak gubrak gubrak olala bebe. Serius hari ini ya lu yang puasa gua yang laper, nggak bener lu.

Ini saya dikirimi sama temen-temen dari... Yang saya bagikan lalimnya. Jadi, kalau kita lihat, sekarang di Indo kan pada lagi puasa ya. Kalau di Eropa juga lagi pada... bukan lagi pada puasa, lagi duniawi nggak puasa. Sebab temen-temen muslim di Eropa ini tahun pertama puasa, takut sama Allah. Tahun kedua puasanya separo, nyoba Allah lihat apa nggak. Tahun 3 bablas nggak yang puasa, Allah nggak lihat. Loh kenapa? Kan Allah Mahatahu. Nggak, Allah lagi dikurung di Ka'bah

"Kurang ajar. Emang gitu ya? Tahun pertama mereka masih puasa full. Tahun kedua mereka separo. Tahun ketiga rata-rata udah pada nggak puasa lagi. Tiap hari ngeliat porselen. Tiap hari mereka... Apalagi di sini sejuk. Kalau mau cocok di sini sejuk.

Beberapa peserta kemudian ikut berkomentar soal puasa. Hingga kemudian Jozeph Paul Zhang mengaku merasa tidak nyaman dengan adanya bulan puasa. Ia bahkan menyebut suasana menjelang Idul Fitri sebagai sesuatu yang mengerikan.

Tapi dari dulu saya kalau lagi bulan puasa itu adalah bulan-bulan paling tidak nyaman. Apalagi kalau deket-deket Idul Fitri. 'Dung... dung... breng... dung... dung... breng... Sarimin pergi ke pasar... dung dung... breng... Allah bubar'. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget.

Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah.

Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp 5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp 5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama.[ros]


Komentar Pembaca