Ke Jambi, Jangan Lupa Wisata Religi ke Masjid Cheng Hoo

INSPIRASI ISLAM  SABTU, 17 APRIL 2021 | 21:10 WIB

Ke Jambi, Jangan Lupa Wisata Religi ke Masjid Cheng Hoo

net

Masjid Laksamana Cheng Hoo Jambi yang berlokasi di kelurahan Kenali Asam Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi membawa konsep arsitektur yang kental dengan kebudayaan masyarakat China, dengan ornamen khas berwarna merah.

Masjid yang diresmikan pada 12 Februari 2021 atau bertepatan dengan imlek ini digagas oleh seorang mualaf yang dulunya merupakan mantan ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Jambi, Rusli.

Rusli menjelaskan bahwa awal mula penggasan Masjid Laksamana Cheng Hoo ini adalah saat ia pergi ke Surabaya. Disana telah dibangun terlebih dahulu Masjid Muhammad Cheng Hoo.

"Dari 2005, saya di undang ke Surabaya atas nama PITI. Disana pemilah ketua umum, kami dikenalkan dan dibawa ke masjid Cheng Hoo di Surabaya," jelasnya. Jum'at (16/4/2021).

Cheng Hoo sendiri merupakan nama seorang utusan dari dinasti Ming. "Cheng Hoo sendiri merupakan utusan Kaisar dari dinasti Ming yang membawa dua umat yaitu islam dan thao ke Nusantara," jelasnya.

"Jadi diabadikan dengan membangun masjid. Kalo di Semarang ada kelenteng," lanjutnya.

Ia juga mengatakan bahwa Masjid Laksamana Cheng Hoo ini diadopsi gaya dan modelnya dari konstruksi Kelenteng.

"Saya itukan dulu Khonghucu, jadi tempat ibadahnya Kelenteng dari sudut melentik keatas ornamenya merah. Karena penggasnya asal dari sana kita pilih dari sana," ungkapnya.

Selain itu, Rusli juga menyebutkan bahwa pembangunan Masjid Laksamana Cheng Hoo sendiri sebagai kebutuhan, dimana mualaf keturunan Thionghoa membutuhkan tempat untuk berkumpul dan memperdalam agama Islam.

"Jadi mualaf butuh tempat, maka kami menggas. Akhirnya kita gagas untuk membangun masjid Laksmana Cheng Hoo Jambi," sebutnya.

"Jadi supaya mualaf bisa belajar, masyarakat sekitar juga bisa belajar disini," tambahnya.

Saat ini, Masjid Laksamana Cheng Hoo sudah dibuka untuk umum. Pada bulan suci Ramadhan seperti dijelaskan Rusli sudah mulai dilaksanakan kegiatan tarawih dan tadarus.

Selain itu, banyak juga masyarakat yang datang ke Masjid Laksamana Cheng Hoo bukan hanya untuk beribadah. Tetapi juga berswa foto karena keunikan dari masjid ini.

"Alhamdulillah animo masyarakat luar biasa, mereka melihat masjid yang unik. Bahkan ada yang non islam yang datang. Rupanya keterkaitan budaya itu sangat kuat. Disinilah ketemu antara budaya dan akidah," kata dia.

Dirinya berharap dengan adanya Masjid Laksamana Cheng Hoo ini dapat menjadi tempat ibadah dan tempat belajar bagi masyarakat sekitar dan mualaf khususnya. [irm]


Komentar Pembaca