Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Bui 2,8 Tahun

HUKUM  SABTU, 17 APRIL 2021 | 10:17 WIB | Irmayani

Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Bui 2,8 Tahun

net

Setelah viral dimedia sosial karena menganiaya salah satu perawat RS Siloam Sriwijaya, JT alias Jason Tjakrawinata warga Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku terancam kurungan penjara 2,8 tahun.

"Atas tindakan penganiayaan tersebut, pelaku akan dikenakan UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP 351 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara 2,8 tahun." kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasatreskrim Kompol Tri Wahyudi Sabtu (17/4/2021) pagi.

Lanjutnya, Motif pelaku sendiri menganiaya perawat RS Siloam lantaran pelaku lelah menjaga anaknya selama empat hari dan sebelum kejadian dirinya yang tengah keluar di telepon istrinya jika tangan anaknya mengeluarkan darah setelah infus dilepaskan oleh korban.

"Dari pengakuan saudara Jason, dirinya tersulut emosi karena faktor kelelahan dan rasa panik, karena pelaku ini telah beberapa hari menjaga anaknya yang sakit." ujarnya.

Akhirnya pelaku yang mendapat kabar pendarahan pada tangan anaknya usai pelepasan infus emosi lantaran panik, pelaku juga mengakui perbuatannya. Selain itu, pelaku juga membantah jika dirinya mengakui seorang anggota Polisi saat kejadian.

"Pelaku ini tidak pernah mengaku sebagai anggota Polri seperti rumor yang beredar, dari rekaman video pun setelah berulang-ulang kita dengarkan saudara Jason tidak pernah mengucapkan dirinya sebagai Polisi, kalau yang baju abu-abu itu memang Polisi jajaran Polda Sumsel."tutupnya.

Seperti diketahui, saat korban hendak melepas infus pada tangan anak pelaku, korban sempat berkata 'jangan dulu di gendong buk'. Namun saat infus telah dilepas istri pelaku langsung menggendong anaknya dan pada saat itulah tangan anaknya mengeluarkan darah.

"Karena panik melihat tangan anaknya mengeluarkan darah akhirnya sang istri pun menghubungi pelaku (suami) yang kebetulan sedang tidak berada di ruang inap tempat anaknya dirawat."bebernya.

Tidak lama berselang pelaku pun datang dan memanggil korban, kemudian pelaku tanpa mau mendengar penjelasan dari korban pelaku langsung marah-marah terhadap korban.

"Setelah pelaku marah-marah lalu langsung memukul korban, nah kebetulan pada saat kejadian ada teman korban di sana, dan langsung melerai insiden tersebut."tukasnya

Namun pelaku lagi-lagi memukuli korban, teman korban yang melihat pelaku bertambah emosi. Akhirnya merekam kejadian tersebut, namun pelaku yang mengetahui teman korban merekam aksinya langsung menghampiri dan langsung merampas HP dan membantingnya ke lantai.

"Karena pelaku ini bertambah emosi, pelaku menyuruh korban untuk berlutut dan meminta maaf kepada pelaku. Lalu pada saat pelaku berlutut pelaku menendang bagian perut korban, beruntung di lokasi kejadian ada anggota dan langsung melerai kejadian tersebut sehingga korban dapat dibawa temannya pergi dan mendapat perawatan medis."tutupnya. [irm]


Komentar Pembaca