INI Klarifikasi Hehamahua tentang 'Musa Temui Firaun'

POLKAM  JUMAT, 16 APRIL 2021 | 13:35 WIB

INI Klarifikasi Hehamahua tentang 'Musa Temui Firaun'

Mendapat tanggapan dari berbagai pihak atas pernyataannya, yang menyebut pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara ibarat Nabi Musa Bertemu Firaun, Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3)  6 Laskar FPI Abdullah Hehamahua membuat klarifikasi pagi ini, Jumat (16/4/2021).

Abdullah Hehamahua, dalam klarifikasi yang dilansir CNNIndonesia, menatakan bahwa Presiden Joko Widodo secara pribadi bukan Firaun seperti yang menjadi analoginya tersebut.

"Dalam keterangan saya itu analogi. Bukan berarti Jokowi Firaun. Tapi kalau ada yang disebutkan Jokowi bukan thogut, kan saya gak bilang Jokowi thogut," katanya.

Ia berdalih bahwa analogi tersebut terkait dengan status penguasa suatu wilayah. Ia melihat bahwa Firaun zaman dulu merupakan penguasa Mesir. Sama seperti Jokowi yang merupakan status penguasa Indonesia saat ini.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan analogi itu tercetus ketika beberapa anggota TP3 ada yang berselisih pendapat terkait rencana pertemuan di Istana.

"Maka ketika kita mau ketemu ke sana (Istana) ada yang enggak setuju dan segala macam. Ya udah sehingga timbul, sudah kita ikut cara Musa diperintahkan datang ke Firaun. Kita datang secara baik," dalihnya.

Abdullah juga menyinggung bahwa pertemuan dengan Jokowi itu sebagai upaya TP3 menguak tewasnya enam laskar FPI. Menurutnya, tewasnya enam laskar sebagai bentuk pelanggaran pidana HAM berat yang harus diselesaikan secara komprehensif.

"Kan sekarang dianggap pidana biasa. Maka ketika Komnas HAM, polisi anggap pelanggaran ham biasa ini persoalan serius buat TP3," tambah dia.

Sebelumnya, MUI dan PBNU mengkritik keras pernyataan Abdullah Hehamahua yang menilai pertemuan di Istana ibarat Nabi Musa bertemu Firaun.

Ketua PBNU Robikin Emhas menegaskan tak seharusnya Abdullah mengibaratkan pemerintah sebagai Firaun karena sudah dipilih berdasarkan pemilihan umum yang sah.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai Abdullah tak tepat menggunakan analogi itu karena Presiden Joko Widodo merupakan orang Islam yang percaya kepada Allah SWT.[ros]


Komentar Pembaca