Alhamdulillah..Sukses Besar, Muffest 2021 di Surabaya

Islamtainment  RABU, 14 APRIL 2021 | 20:35 WIB

Alhamdulillah..Sukses Besar, Muffest 2021 di Surabaya

Penyelenggaraan Muslim Fashion Festival ( MUFFEST) tahun ini  digelar  di Kota Pahlawan, Surabaya pada 1 - 11 April 2021 di Pakuwon Mall. Tampil, para desainer kondang antara lain Raniah Badubah, Interim Clothing, Alphiana Chandrajani, AM by Anggiasari, Ardalano, Mourad Couture, Parahyangan, Afra, Andi Sugik X Hefi Rosid, Threelogy by SMK 3 Blitar, Three Can SMKN 3 Malang, Belquinza by Ajeng Cahya, Yeti Topiah, dan Hannie Hananto X Gadiza.

Selain itu,  dihadirkan pula pula parade koleksi dari Arinz, Yusi Martha, Elva Fauqo, Tan’eem, J99 Garment, Emmy Thee, Rosie Rahmadi, Rengganis, Alden Ayub Andal, Mahdiyah, Tufiana, Nadiah Syammach, Alfatir Muhammad, Kiki Mahendra, dan Sofie.

Branch Manager of Dyandra Promosindo, Agustien Dyah Ekawati  mengatakan memasuki tahun keenam penyelenggaraan, MUFFEST makin memantapkan eksistensinya sebagai event fashion muslim terbesar dengan komitmen untuk terus berperan serta dalam upaya mempromosikan karya desainer tanah air dan menyukseskan tujuan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dan modest wear dunia.

"Dyandra dan IFC selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam penyelenggaraan MUFFEST dan berkomitmen untuk mendorong kreativitas anak bangsa dalam menciptakan produk lokal dengan standar, mutu, dan kreasi yang dapat bersaing di mancanegara serta memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional," Agustien dalam konperensi pers secara hibryd.

 Hadir dalam konperensi pers Gubernur Jawa Timur diwakili  Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur, Tiat Suwardi,  National Chairman IFC, Ali Charisma, Local Chairwomen IFC Surabaya Chapter, Yunita Kosasih,  Branch Manager of Dyandra Promosindo, Agustien Dyah Ekawati,   Senior Marketing Manager Pakuwon Mall, Dian Apriliana Dewi, Market Development Executive Wardah Cosmetic, Sabrina, dan  Person in Charge MUFFEST Surabaya 2021, Alben Ayub Andal.

National Chairman Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma mengatakan masa pandemi yang berkepanjangan dengan dampak besar sekali terhadap industri fesyen.

"Kami sadar bahwa kami perlu bergandeng tangan, bergerak bersama dengan menyesuaikan perubahan kondisi sekarang sehingga industri fesyen di Indonesia mulai menggeliat lagi," katanya, Rabu (14/4/2021).

MUFFEST, kata Ali,  ditargetkan untuk membangun industri fesyen bukan hanya di ibukota Jakarta, tetapi juga daerah-daerah potensial lainnya, sehingga kami menjemput bola dengan menghadirkan MUFFEST di kota-kota besar di Indonesia.

MUFFEST juga mengajak pelaku dan pengguna fesyen untuk sadar dan memahami pentingnya sustainable fashion. Sesuai konsep sustainable, peserta MUFFEST kali ini tidak harus membuat koleksi baru, namun bisa memanfaatkan koleksi lama dengan syarat disesuaikan perkembangan tren terbaru supaya diterima oleh pasar secara luas.

Gubernur Jawa Timur Tiat Suwardimenyatakan dengan adanya vaksin, kegiatan ekonomi perlahan mulai meningkat. Sehingga tepat untuk memulai kegiatan ekonomi di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya.

Pemerintah Jatim sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan ini dan berterima kasih kepada IFC dan Dyandra yang telah memprakarsai untuk memulai kembali menggerakkan ekonomi kreatif, khususnya bidang fesyen.

Kegiatan yang mendukung UKM sektor fesyen muslim ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Jatim untuk memfasilitasi UKM. Kegiatan ini bukan hanya untuk masyarakat Jatim dengan ibukota Surabaya saja, karena ada 18 provinsi lainnya yang terkait erat dengan Jatim.

"Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dengan cita-cita yang lebih besar, bukan hanya untuk Surabaya, tapi untuk daerah lainnya di Indonesia Bagian Timur. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat, kami berharap di tahun-tahun berikutnya dapat bekerjasama untuk mendukung kegiatan MUFFEST," katanya.

Kehadiran MUFFEST di Surabaya disambut dengan antusiasme para pelaku industri fesyen muslim yang berbasis di Jawa Timur dan sekitarnya. Melalui pameran dan fashion show di MUFFEST, para pelaku kreatif dan usaha berharap dapat menggiatkan kembali pasar busana muslim di tanah air, khususnya momen yang potensial menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.     

Desainer Yeti Topiah mengatakan penyelengaraan MUFFEST di Surabaya dengan konsep hybrid merupakan solusi terbaik di masa pandemi bagi pelaku bisnis modest/muslim fashion, terutama yang berada di daerah untuk tetap bisa branding dengan mengikuti fashion show dan ada wadah untuk jualan produk.

Menjelang Ramadan adalah waktu yang tepat, karena biasanya ini puncak bisnis modest/muslim fashion. "Mudah-mudahan dengan MUFFEST datang ke daerah-daerah akan memudahkan pelaku usaha untuk berjualan dan konsumen untuk berbelanja, tidak perlu harus jauh-jauh ke Jakarta. Sehingga bisa membangkitkan ekonomi daerah, khususnya sektor modest/muslim fashion," katanya.

Desainer nasional Hannie Hananto pun berharap dengan terselenggaranya MUFFEST di masa pandemi dapat mengangkat kembali sektor usaha fesyen muslim di daerah untuk memulihkan industri fesyen muslim nasional.

“Bisnis fesyen muslim di masa pandemi memang terdampak, tapi tetap jalan apalagi yang berjualan secara online," katanya.

Masyarakat tetap butuh dan membeli baju untuk Ramadan dan Lebaran, jadi masih ada kesempatan buat kita, para desainer dan brand fesyen muslim.

"Kita harus semangat untuk tetap membuat koleksi baru. Sangat penting kita mengikuti event seperti MUFFEST untuk branding dan berjualan sehingga mempermudah konsumen mencari produk kita. Kita tidak bisa ikut event seperti MUFFEST sekali saja, tapi harus berkelanjutan, konsisten berulang kali sampai pangsa pasar yang dituju aware terhadap brand atau produk kita," katanya.

Selain kegiatan pameran dan fashion show, MUFFEST di Surabaya juga  menghadirkan kegiatan interaktif dan inspiratif yaitu Seminar “The New Beginning Trend Fashion 2021/2022" dengan narasumber Dina Midiani selaku Koordinator & Trend Expert, Taruna K. Kusmayadi selaku Team Riset dan Penulis, dan Sofie selaku Team Decoding yang dipersembahkan oleh KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF.

Selain itu, talkshow tentang Zero Waste Fashion dan Hijab Creation bersama Aryani Widagdo, bincang tentang Bisnis Kebaya dengan Lenny Agustin, dan Styling Sarung bersama IFC Community. Tak kalah menarik yaitu Live Shopping.

Perhelatan MUFFEST di Surabaya terselenggara atas dukungan dan kerjasama sinergis dengan berbagai pihak, meliputi Official Venue: Pakuwon Mall, Official Makeup Partner: Wardah, Supporting Partner: Debellin Premium Cookware, JJ Production, Melodia, Sari Bumi, dan YOUC1000, dan Official Community: Hijabersmom Community.
Selain Surabaya, rangkaian MUFFEST pekan ini juga dilaksanakan di Yogyakarta yang bertempat di Hartono Mall, pada  tanggal 31 Maret-11 April 2021. Fashion show MUFFEST Yogyakarta digelar pada tanggal 9, 10 dan 11 April 2021.

Tampil dalam  parade koleksi di antaranya dari Phillip, Afif Syakur, Ina Priyono, Tuty Adib, Wening Angga, Lia Mustafa, Deden Siswanto, Ohmm by BAI, Retty Selya, Luffi Luvnic, Dewi Roesdji, Mia Ridwan, Sofie R, dan Lanny Amborowati, serta karya dari BBPLK Semarang dan BLK Kendari.
Turut dimeriahkan pula dengan bincang kreatif, salah satunya dengan Aisha Novakovich, Modest Fashion Australia Founder yang akan berbagi pengalaman tentang perkembangan modest fashion di Australia dalam talkshow bertema “The Rise of Modest Fashion in Australia”.
Untuk selanjutnya, MUFFEST akan diselenggarakan di Grand Galaxy Park, Bekasi, kemudian di 23Paskal Shopping Center, Bandung, dan diakhiri di Gandaria City, Jakarta.[ros]


Komentar Pembaca