Masjid Baitussholihin di Sidoarjo Masih Gunakan Jam Matahari

INSPIRASI ISLAM  RABU, 14 APRIL 2021 | 10:45 WIB | Irmayani

Masjid Baitussholihin di Sidoarjo Masih Gunakan Jam Matahari

net

Masjid Baitussholihin di Sidoarjo ini satu-satunya masjid yang masih tergolong tua. Di masjid Dusun Sawah, Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon, ini menentukan waktu salat masih menggunakan jam matahari.

Masjid di kawasan terdampak luapan lumpur Lapindo di Porong ini masih digunakan sembahyang, meski di sekitar masjid tidak ada pemukiman warga. Masjid tua yang sudah tiga kali dirombak ini terletak di sisi selatan tanggul penahan lumpur.

Kesan tua Masjid Baitussholihin terlihat dari tempat wudhu yang berada di samping masjid. Tampak tempat wudhu mirip kolam air berukuran 1,5 x 4 meter dan terdapat beberapa gayung untuk mengambil air untuk berwudhu.

"Jam ini abadi. Waktu salat Zuhur dan Asar bisa ditentukan lewat kemiringan bayangan cahaya dari besi di tengah ini," kata Takmir Masjid Baitussholihin, Mudzakir, Selasa (23/4/2021).

Namun, dia mengaku tidak bisa mengatakan dengan pasti kapan Masjid Baitussholihin didirikan. Namun masjid itu terkesan tua dengan melihat tiang penyangga beduk masjid yang terbuat dari bambu.

"Kata ayah saya, di sini dulu bekas pondok pesantren. Letaknya di utara masjid ini. Sejak saya kecil, bangunannya ya seperti ini. Ayah bercerita, awalnya hanya musala bambu berukuran kecil yang ada di depan. Lalu berkembang menjadi pondok pesantren," tandas Mudzakir. [irm]


Komentar Pembaca