Hal Ini Bisa Membatalkan Puasa

INSPIRASI ISLAM  SELASA, 13 APRIL 2021 | 10:10 WIB | Irmayani

Hal Ini Bisa Membatalkan Puasa

ilustrasi

Umat Muslim hari ini, Selasa (13/4/2021) resmi menjalankan ibadah puasa pertama di Ramadan 1442 Hijriyah.

Seperti diketahui, berpuasa dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dan menjauhi segala yang membatalkan puasa.

Berikut 7 hal yang membatalkan puasa:

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Penyebab batal puasa ramadan yang pertama adalah makan dan minum dengan sengaja. Perbuatan makan dan minum dengan sengaja tentu akan membuat puasa batal.

Jika sampai terjadi, maka wajib mengganti puasa di luar bulan Ramadan. Namun jika makan dan minum dalam keadaan lupa dan di luar kesadaran, puasanya tidak batal. Syaratnya berhenti makan dan minum ketika kondisi ingat kembali.

2. Muntah dengan sengaja

Puasa batal jika muntah, mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut dengan sadar dan sengaja.

3. Haid/Nifas

Perempuan yang mengalami menstruasi saat bulan Ramadan, dapat mengganti jumlah puasa sesuai dengan jumlah hari haid. Pelaksanaannya dilakukan di luar bulan puasa. Begitu pula darah nifas yang keluar akibat proses melahirkan, maka juga berlaku mengganti puasa.

4. Berhubungan suami istri di siang hari

Hubungan intim suami istri yang dilakukan saat siang hari di bulan Ramadan, membatalkan puasa. Bahkan tidak hanya puasa saat di bulan Ramadan saja. Maka penggantinya wajib mengganti puasa tersebut. Namun jika hubungan dilakukan saat malam hari setelah berbuka puasa, maka diperbolehkan.

Selain mengganti puasa, suami istri juga harus membayar kafarat (amalan penghapus) antara 3 pilihan, yaitu memerdekakan seorang budak, atau puasa 2 bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.

5. Keluar Mani dengan sengaja

Keluar mani yang dimaksud dalam konteks ini adalah akibat persentuhan kulit, misalnya bersentuhan dengan lawan jenis dan onani. Namun jika keluar mani karena ihtilam atau mimpi basah, maka puasanya tidak batal.

6. Murtad dari Islam

Jika seseorang murtad/keluar dari agama Islam, maka puasa orang tersebut batal atau tidak sah. Kategori murtad adalah mengingkari keesaan Allah atau mengingkari hukum syariat.

7. Gangguan Jiwa atau Gila

Syarat sahnya puasa salah satunya adalah berakal. Jika kondisi gila terjadi pada seseorang, maka puasanya dinyatakan tidak sah atau batal. [irm]


Komentar Pembaca