Ramadhan 2021, Shalat Tarawih diperbolehkan, Ini Respons MUI Jateng

Daerah  KAMIS, 08 APRIL 2021 | 13:40 WIB | Dickri T Badi

Ramadhan 2021, Shalat Tarawih diperbolehkan, Ini Respons MUI Jateng

foto/net

Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan tentang masyarakat yang diizinkan untuk menjalankan ibadah Shalat Tarawih sepanjang bulan suci Ramadhan dan ibadah shalat Ied saat Lebaran nanti.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, merespons positif terkait keputusan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat melaksanakan Shalat Tarawih pada Ramadhan 1442 H/2021.

Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji meminta jamaah tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kita umat Islam sebaiknya bersyukur, bahwa kondisi pandemi saat ini sudah lebih menurun meskipun belum hijau sama sekali, tapi sudah tidak zona merah," kata Ahmad Darodji, Rabu (7/4).

Ahmad Darodji mengatakan, pelaksanaan Shalat Tarawih yang seperti biasanya dulu sudah bisa dilaksanakan akan tetapi harus mengikuti protokol kesehatan dengan tepat.

"Jadi para jamaah yang datang juga harus memakai masker, cuci tangan pakai sabun kemudian jaga jarak dan di Masjid tidak digelar karpet, hingga membawa sajadah masing masing, "ungkapnya.

Selain itu, Ahmad Darodji menyampaikan, protokol kesehatan yang dilaksanakan dengan baik, diharapkan bisa meminimalisir potensi penyebaran Covid-19. 


"Bisa jaga jarak, diusahakan sabun di tempat wudhu kemudian disediakan handsanitizer, kemudian jangan menggunakan sajadah untuk umum. Jamaah menggunakan sajadah sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut Ahmad Darodji menyatakan, bahwa Shalat Tarawih tidak seperti Shalat Jumat, yang hanya bisa dilaksanakan di Masjid. Sementara Shalat Tarawih bisa dilaksanakan di Mushala. 

"Kalau Tarawih di Mushala bisa digelar. Hampir di setiap RW punya Masjid, Masjid kita tidak akan padat seperti Jumatan. Insya Allah itu tidak perlu menggunakan shift. Insya Allah bisa terlaksana dengan mengikuti jaga jarak," terangnya.

Tidak hanya itu saja, Ahmad Darodji juga meminta untuk Masjid-masjid besar, seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Besar Kauman dan Masjid Baitul Rahman, dibuka untuk jamaah luar, artinya jamaah tidak hanya masyarakat setempat saja, tapi juga jamaah dari luar kota atau luar daerah.

"Kita mohon dengan pihak keamanan, kalau bisa mereka ikut menjaga untuk pengamanan dengan kaitannya protokol kesehatan. Berkaitanya dengan hal-hal yang tidak dikehendaki biar tidak terjadi," tambanya.

Dia juga menjelaskan, Mushala kecil itu hanya digunakan cukup warga setempat tetapi Masjid besar yang perlu dilakukan keamanan.

"Kita sudah mengajukan permohonan kepada pihak keamanan untuk membantu pelaksaan Masjid tertentu dan terbuka itu," imbuhnya.

Dia juga mengimbau dalam menjalankan ibadah puasa dan amalan yang lain bisa dijaga sebaik-baiknya, dan diperbanyak doa, karena doa itu pasti dikabulkan. 

"Kita harapkan doa agar kita ini segera dibebaskan dari Covid-19," pungkasnya. [mt]

 


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08