Kota Bekasi Kembali Perpanjang PPKM Hingga 19 April 2021

Daerah  RABU, 07 APRIL 2021 | 20:15 WIB | Giri Sasongko

Kota Bekasi Kembali Perpanjang PPKM Hingga 19 April 2021

foto/net

Komite Kebijakan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Transformasi Pemulihan Ekonomi, Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran nomor: 556/460/SET.Covid-19 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dalam Upaya Penanganan dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Bekasi pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan, Hiburan dan Perdagangan (Area Publik) di Kota Bekasi.

Surat edaran (SE) tersebut berlaku terhitung sejak 6 April 2021 sampai dengan 19 April 2021 dan ditujukan untuk para pimpinan pelaku usaha jasa kepariwisataan dan hiburan, pelaku usaha pusat perbelanjaan toko  swalayan dan perdagangan, pengelola pasar tradisional, pengelola pasar swasta serta pedagang kaki lima se-Kota Bekasi, yang berisikan tentang:

1. Pasar Tradisional dan Pasar Swasta
a. Membatasi Jam Operasional pada pasar Tradisional milik Pemerintah maupun Swasta setiap hari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.

b. Pedagang kaki lima pada Pasar Baru Bekasi, Kranji Baru, Pasar Bantargebang dan Pasar Kranggan dengan pembatasan jam operasional setiap hari pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB. Pertokoan Pondokgede, Pertokoan Kranji, Bekasi Junction dan Pasar Atrium Pondokgede, jam operasionalnya setiap hari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.

c. Pasar tradisional milik Pemerintah maupun Swasta diwajibkan melaksanakan ketentuan dengan protokol kesehatan.

d. Pedagang Kaki Lima yang berada di dalam atau di luar area pasar agar menjaga jarak fisik lapak 1 sampai 1,5 meter dan apabila melanggar akan ditindak tegas melalui penertiban dan pengangkutan oleh Satpol PP, DLH dan Disdamkar Kota Bekasi.

e. Melakukan penataan parkir motor dan mobil pada tempat yang sudah ditentukan dan apabila melanggar akan diberikan sanksi berupa penggembokan atau pengempesan ban.

2. Kegiatan Usaha Perdagangan dan Jasa
a. Terhadap pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pelaku usaha perdagangan lainnya jam operasional dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB dan yang memiliki izin operasional 24 jam (TIDAK BERLAKU), tetapi tetap melakukan jam operasional mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB dengan wajib memperhatikan jumlah pengunjung agar tidak adanya kerumunan.

b. Hal-hal yang perlu dilakukan ditempat usaha guna antisipasi dan pencegahan risiko penularan Corona Virus Disease (COVID-19) Dalam Rangka Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Bekasi antara lain:

1. Mengukur suhu pekerja dan pengunjung dengan Thermal Gun
2. Menggunakan masker
3. Menyediakan tempat cuci tangan disertai sabun dan hand sanitizer
4. Melakukan pengaturan penguniung dalam 1 area sehingga tidak terjadi kerumunan

5. Memperhatikan Physical Distance Measure dengan menjaga jarak antrian minimal 1 (satu) meter antar orang

6. Memberikan tanda di lantai untuk memfasilitasi kepatuhan jarak fisik, khususnya didaerah yang paling ramai, seperti kasir dan customer service

7. Menggunakan pembatas atau partisi (flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja (kasir, customer service dan lain-lain)

8. Memasang media informasi untuk menglngatkan pekerja dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik

9. Melakukan pembersihan secara rutin dengan menggunakan desinfektan
10. Selalu menjaga kebersihan lokasi usaha

3. Tempat Fasilitas Jasa Usaha Kepariwisataan Serta Hiburan
1. Standar protokol kesehatan
a. Terhadap kegiatan operasional penyediaan makanan dan minuman, penanggungjawab restoran atau rumah makan atau usaha sejenis diperbolehkan melayani makan di tempat (dine in).

b. Terhadap penyedia kegiatan hiburan dan rekreasi diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan.

c. Pelaku usaha klab malam atau musik hidup atau pub, karaoke, panti pijat, spa atau panti mandi uap atau sauna dan refleksi keluarga diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan.

d. Jasa perawatan kecantikan atau rambut dan sejenisnya diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan

e. Untuk usaha pariwisata hotel, pemilik gedung pertemuan, jasa penyelenggara even pertemuan, kolam renang, lokasi daya tarik wisata, jasa ekonomi kreatif mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan standar usaha jasa kepariwisataan yang sudah ditetapkan sepanjang belum ada perubahan

f. Untuk kegiatan fasilitas umum dapat dilaksanakan dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen (lima puluh persen), sesuai Undang-Undang yang berlaku dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

g. Kegiatan seni, sosial dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dapat dilaksanakan Maksimal 25 persen (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

2. Waktu Operasional
a. Waktu operasional untuk kategori hiburan umum:
1. Klab malam mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB
2. Bar mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB
3. Karaoke mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB
4. Bioskop mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan penayangan film terakhir pukul 21 .00 WIB

5. Pub mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB
6. Biliard mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB
7. Panti pijat refleksi atau SPA mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB

8. Arena permainan anak atau gelanggang permainan mekanik mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 21.00 WlB.

b. Untuk rumah makan restoran atau usaha sejenisnya dan cafe dine in makan ditempat diperbolehkan hanya sampai dengan pukul 21.00 WlB, diatas jam tersebut hanya diperbolehkan untuk take away drive thru dengan jam operasional sampai pukul 23.00 WIB (berlaku untuk rumah makan atau restoran atau usaha di luar Mall)

c. Untuk rumah  makan atau restoran atau usaha sejenis dan cafe, kegiatan live music diperbolehkan sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan max 5 (lima) orang personil, penyanyi hanya dari group pengisi acara live music, dan pengunjung tidak diperbolehkan melakukan kegiatan atau gerakan yang mengundang kerumunan (berjoget)

d. Untuk penyelenggara acara wedding di hotel, mice atau gedung pertemuan, pihak catering dan sejenisnya, diperbolehkan menyelenggarakan acara dengan ketentuan:

1. Jam operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB
2. Pola penyajian makanan disajikan oleh pramusaji atau petugas dari pihak catering atau penyelenggara acara di meja masing-masing dengan pengawasan yang ketat oleh petugas serta tetap melaksanakan protokol kesehatan dan tetap menjaga agar tidak terjadi kerumunan dan menerapkan physical distancing

3. Kegiatan live music atau organ tunggal diperbolehkan dengan penyanyi atau pengisi acara hanya dari grup musik itu sendiri, tidak diperkenankan penyayi dari tamu atau diluar group musik, dan

4. Tetap melaksanakan protokol kesehatan, menjaga agar tidak terjadi kerumunan serta menerapkan physical distancing dengan kapasitas pengunjung/tamu Kurang dari 50 persen (dua puluh lima persen) dari total kapasitas ruangan

e. Untuk gelanggang olahraga atau pusat kebugaran diperbolehkan menyelenggarakan acara mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Khusus untuk kolam renang diperbolehkan menyelenggarakan acara pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WlB. [mt]


Komentar Pembaca