Saudi Beri Izin Umrah dan Kunjungan ke Masjidil Haram, Azis Minta Disosialisaikan

POLKAM  RABU, 07 APRIL 2021 | 20:50 WIB

Saudi Beri Izin Umrah dan Kunjungan ke Masjidil Haram, Azis Minta Disosialisaikan

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin/Net

Moeslimchoice. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyambut baik sikap Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang memberikan izin umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk orang-orang yang sudah divaksinasi mulai bulan Ramadan.

Atas kelonggaran yang diberikan, Azis meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk segera berkoordinasi dan mengklarifikasi informasi yang disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Agar, tidak terjadi kesimpangsiuran data dan aturan bagi jemaah yang tengah menunggu.

"Informasi awal yang kami terima sudah ada pemberian izin umrah dan shalat di Masjidil Haram serta berkunjung ke Masjid Nabawi mulai tanggal 1 Ramadhan 1442 Hijriah. Ini khusus bagi jemaah yang sudah divaksinasi sesuai dengan ketentuan di aplikasi (Tawakkalna). Harapanya informasi ini ditindaklanjuti Kemenag," terang Azis dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Pasalnya, sambung Azis, jemaah yang diterima hanya kategori yang telah diimunisasi. Dengan kata lain, jemaah yang mendapat dua dosis vaksin COVID-19. Selanjutnya, jemaah yang setelah 14 hari menerima dosis pertama vaksin COVID-19 serta yang sembuh dari infeksi.

"Mungkin calon jemaah umroh dan yang belum memahami informasi ini. Bagaimana izin pemesanan untuk menunaikan ibadah umrah, shalat dan kunjungan tersebut didapat. Apakah harus melalui aplikasi (Eatmarna) dan (Tawakkalna). Tata cara ini perlu disosialiasikan," jelas Azis.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, selain adanya izin, apakah perlu adanya langkah verifikasi terkait keabsahannya melalui aplikasi (Tawakkalna). Metode-metode ini, penting pula disampaikan pada pada agen-agen umroh agar tidak menimbulkan hambatan bagi calon jemaah dalam proses keberangkatannya.

"Saya meyakini banyak calon jemaah umroh yang belum memahami ini. Termasuk prosedur lainnya, kami berharap Kemenag dapat membantu memberikan penjelasan detail," pinta Azis.[tyo]


Komentar Pembaca