Menhub: Urungkanlah Semua Rencana Mudik..

POLKAM  RABU, 07 APRIL 2021 | 20:10 WIB

Menhub: Urungkanlah Semua Rencana Mudik..

Diprediksi sedikitnya 21 juta masyarakat Indonesia masih berencana pulang kampung, kendati Mudik Lebaran 2021 sudah resmi dilarang. Untuk mencegah mobilisasi masyarakat pada Musim Lebaran 2021, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membuat sekat di sedikitnya 300 lokasi.

Demikian dikatakan Menteri Perhubungan (Menhub) RI  Budi Karya Sumadi saat jumpa pers secara virtual di Jakarta hari ini, Rabu (7/4/2021).

Menurut Menhub, penerapan Larangan Mudik untuk transportasi darat maka pihaknya berkoordinasi dengan polisi dan Kakorlantas. Akan diberlakukan secara tegas larangan mudik itu.

"Kita akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi," kata Menhub Budi.

Sehubungan larangan itu, Menteri Budi meminta masyarakat Indonesia untuk tetap tinggal di rumah musim lebaran ini. Karena pihaknya akan menindak tegas semua pelanggar larangan mudik.

Menteri Budi pun menyampaikan saran, di mana ia meminta masyarakat untuk tak meneruskan rencana mudik. Karena penggunaan kendaraan secara pribadi seperti bus plat hitam, truk pelat hitam akan juga dilakukan tindakan tegas.

Bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut, ditekankan Menhub bahwa akan akan dibuka layanan secara terbatas bagi mereka yang dikecualikan untuk melakukan perjalanan. Salah satunya untuk layanan penyeberangan logistik.

"Bagi daerah-daerah yang memang secara khusus banyak melakukan mudik, seperti di Riau, dari Kalimantan ke Jawa, dan di Jatim, saya mengimbau bahwa tidak melakukan mudik," tegas Menhub.

PT Kereta Api Indonesia akan melakukan pengurangan armada, hanya kereta luar biasa yang diperkenankan beroperasi. Kereta luar biasa dan secara khusus bagi aglomerasi yang terdapat suatu pergerakan seperti Jabodetabek, di Gerbangkertosusila dan juga Bandung.

"Sesuai arahan bapak presiden, kita tegas melarang mudik dan kami juga mengimbau agar yang berkeinginan mudik untuk tinggal di rumah saja," kata Menhub.[ros]


Komentar Pembaca